Pergunu Depok dan LTNNU Bogor Ajak Santri Raih Keberkahan Lailatul Qadar

40

Pergunu Depok dan LTNNU Bogor Ajak Santri Raih Keberkahan Lailatul QadarRamadhan telah memasuki malam ke 23, seluruh muslimin terus berusaha meraih keberkahan ramadhan yang tiada batas dan akhirnya. Sebagian besar konsentrasi untuk beri’tikaf di masjid dengan melakukan beragam amal ibadah, khususnya pada malam-malam ganjil bulan ramadhan. Malam ganjil pada akhir Ramadhan memang penuh rahasia yang sulit difahami, tapi segenap alim ulama seperti Imam Ghazali menganjurkan para pesuluk untuk berusaha dalam meraih rahasia kebesarannya.

Beragam cara dilakukan warga Nahdliyin yang tinggal di citayam, perbatasan bogor dan depok dalam menyambut dan mengisi malam-malam ganjil ramadhan. Diantaranya ada yang melakukan tadarus Al Qur’an semalam suntuk hingga sahur, ada yang berusaha mengajak para pemuda dan anak-anak untuk menghadiri majelis ilmu, dan ada pula yang berusaha mengisi waktu siangnya dengan berbagi keberkahan kepada sesama warga Nahdliyin. “ Pergunu Depok dan LTNNU Bogor sengaja bersinergi demi memeriahkan akhir Ramadhan agar kita semua dapat keberkahannya.” Ucap Sekretaris LTN PCNU Kab Bogor Ustadz Abdul Hakim saat mengobrol santai di Musholla Darul Ihsan, Kamis (7/6).

Di saat yang sama nampak hadir Ustadz Alwi, salah satu aktifis pergunu Depok ini sengaja datang untuk melaksanakan tarawih keliling dan kultum di hadapan santri yang sedang mengikuti sanlat. Dalam kultumnya mengarahkan santri agar selalu dekat dengan Al Qur’an dan mengakrabkan dirinya untuk berteman dengan khazanah karya Ulama NU. “ Ini malam mulia, kita menyakini malam ganjil adalah malam Lailatul Qadar, mari kita raih rahasia keberkahannya. Benar malamnya itu tidak ditentukan, tapi kita cari terus pada malam ganjil, isilah dengan mengaji Al Qur’an dan mendalami kitab Alim Ulama supaya keilmuan kita meningkat.” Pungkasnya Kang Alwi.

Iklan Layanan Masyarakat

Beliau melanjutkan kultumnya seraya menekankan santri untuk meneladani akhlak Rasul Saw, dengan meneladaninya akan mengarahkan setiap pecinta menuju gerbang mahabbah hakiki yang penuh kemuliaan. “ Al Qur’an tidak bisa dipisahkan dengan Rasul Saw, dan untuk memahaminya kita jangan sekali-kali memisahkan diri kita dari para Masayeikh dan Ulama NU, memisahkan diri maka kita tidak akan dapat memahami isi ajaran Al Qur’an srta akhlak Nabi Saw secara utuh! Jika salah guru bisa salah tafsir yang ada jadi santri radikal. Radikalisme dapat dikikis dengan Akhlak.” Disampaikan Kang Alwi dengan penuh ketegasan sambil menutup kultum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here