Powerfull IKA PMII Jabar

126

Oleh: Lora Wayanillah

Pasca kemenangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin Ika PMII Jabar mengadakan pertemuan, bertempat di Kediaman H. Kurdi Kabupaten Bandung. Hadir dalam seresehan yang dikemas dengan konsep Halal Bi Halal karena masih di bulan Syawal KH. Chozin Khumaedi Duta Besar Lebanon yang sudah purna tugas, Dr. Faisal DPP IKA PMII pusat, Saeful Huda Ketua Tanfidz PKB Jabar, Asep Saefudin Sekertaris PWNU Jabar sekaligus mewakili ketua IKA PMII Jabar KH. Nu’man Abdul Halim, Kiai Man Muhammad selaku pembina IKA PMII Jabar, Yosep Yusdiana Kordinator MDHW Jabar, Agustani pembina GP Ansor Kota Bandung, Sahabat R. Udeng selaku ketua pelaksana acara pertemuan, Sahabat Cecep, Sahabat AA Abdul Rozak (ketua cabang GP.Ansor Kota Bandung), Iwan Setiawan Cebong mantan PKC Jabar, Zaenudin Bagoy, sahabat Cecep Kemendes,Wahyu Iryana dosen SPI UIN Bandung, Abas Musyafa dosen PNS IAIN Bengkulu, Hegun (Ketua KNPI Kota Bandung) dan sahabat-sahabat lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Halaqoh yang dipandu oleh Sahabat Herry dibuka dengan gagasan dari sahabat R. Udeng yang memaparkan pemetaan peta politik nasional, gerakan diaspora IKA PMII Jabar, pertarungan idiologi NU dan HTI, dan laporan perkembangan IKA PMII Jabar di cabang cabang se-Jawa Barat.

Acara kemudian dilanjutkan oleh paparan Sahabat Asep Saifuddin atas nama ketua IKA PMII Jabar untuk menegaskan ranah ke-NU-an PWNU Jabar dan kekuatan bargaining posisi IKA PMII di segala lini. Sedangkan dalam sambutannya atasnama ketua DPP Ika PMII Pusat Dr. Faisal menegaskan alumni PMII sudah saatnya memegang peranan sosial secara masif dan struktur jangan sampai orang orang baru yang dekat dengan kekuasaan bukan orang yang berkeringat-keringat dalam memenangkan kiai Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden.

Alumni PMII layak untuk menjadi garda terdepan menyongsong kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf sebagai pemegang wewenang dalam akses program dan kebijakan untuk rakyat. Maka jadi apapun alumni PMII sekarang dia harus siap sinergis dan satu intruksi terstruktur agar sama sama membangun bangsa sesuai landasan pancasila dan faham aswaja NU.

Berbeda dengan pembicara sebelumnya, KH. Chozin Khumaedi memaparkan pola Sentral NU sebagai pengembangan misi islam rahmatan lil alamin harus mampu menjadi corong penggerak bukan hanya ditingkat nasional tapi juga di Internasional. Kiai Chozin juga memberikan informasi tentang Islam di Lebanon yang toleran dan menegaskan bahwa Libanon adalah negara damai dan indah. Konsep Islam Nusantara yang dikonsep NU harus mampu memberikan stimulus bagi lahirnya kedamaian dunia.

Begitu pula dengan H.Saeful Huda bahwa alumni PMII juga bisa berkiprah di dunia politik, naiknya grafik anggota dewan terpilih dari alumni PMII tahun 2019 ini telah membuktikan bahwa PMII mampu melakukan kompetisi yang jitu. H. Saeful Huda juga berharap bahwa alumni PMII harus siap secara ekonomi sebagai basis kekuatan melakukan action di lapangan.

Huda sebagai pemegang pucuk pimpinan partai yang lahir dari rahim NU juga sudah menyiapkan strategi mengawal KH Ma’ruf Amin, dengan program program pemberdayaan untuk itu alumni PMII harus siap ketika ditunjuk jadi apapun dan harus siap mengawal program program pemerintah pusat.

Acara juga dihadiri oleh ketua PKC Jabar dan para kader PMII yang masih aktif, termasuk ketua cabang PMII Kota Bandung sahabat Irma.

Intinya ika PMII Jabar dengan kekuatan penuh dan kondisi politik yang sedang bersahabat harus mampu memberdayakan diri dan masif dalam gerakan dan pemberdayaan kesejahteraan seluruh alumni dan kader PMII. Wallahu alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here