Sambutan-sambutan dalam Pembukaan Konferwil XVIII PWNU Jawa Barat

Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya saat membuka secara resmi Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII NU Jawa Barat, Sabtu (30/10) di Hotel Grand Asrilia Kota Bandung menjelaskan bahwa umat Islam, khususnya NU akan terus menjadi kelompok yang ummatan wasathan. Umat yang dapat hadir membangun agama, masyarakat, budaya, peradaban, sosial kemasyarakatan, ekonomi, kemanusiaan, dan politik. Namun Buya Said kembali menegaskan bahwa wasathiyyah itu bisa diraih jika diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
“Dalam Al-Qur’an tidak ada terminologi ummatan islamiyyatan atau ummatan arabiyyatan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah lebih mementingkan kapasitas dan kualitas bukan lambang atau papan nama,” ujarnya.
Buya Said juga mengingatkan bahwa NU memiliki tiga kekayaan (kekuatan); sosial kemasyarakatan, budaya, dan simbolik, yang harus dijaga bersama.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah menyatakan bahwa kemandirian organisasi tidak bisa ditawar lagi. Kemandirian ekonomi umat dan jam’iyah harus menjadi prioritas utama.
“PWNU periode 2016-2021 telah berusaha meletakkan dasar-dasar kemandirian organisasi ini,” ujar Gus Hasan.
Pengasuh Pesantren As-Shiddiqiyah III Cilamaya itu menjelaskan bahwa salah satu upaya menuju kemandirian itu adalah dengan penataan kelembagaan. Itulah yang menurutnya, menjadi latar belakang diadakannya NU Jabar Award, sebuah penghargaan berkenaan dengan tata kelola organisasi.

Rais Syuriyah, KH Muhammad Nuh Addawami, dalam khutbah iftitahnya mengingatkan bahwa orang yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi kepentingan orang lain.
“Sayangilah orang-orang yang ada di muka bumi, maka mereka yang ada di langit akan menyayangimu,“ ujarnya mengutip sebuah hadits Nabi SAW.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya virtualnya mengatakan bahwa PWNU adalah mitra utama, strategis, dan terdepan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun ekonomi, dakwah Islam dan membangun keumatan di Jawa Barat.
Konferwil akan berlangsung hingga besok, 31 Oktober 2021, dengan penerapan protokol kesehatan. Peserta mengikuti swab antigen, menjaga jarak dan selalu mengenakan masker.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



