Sejarah Tubagus Guru Mahmud bin Guru Na’imin, Ulama Penyebar Islam di Bojonggede-Bogor

114
Sejarah Tubagus Guru Mahmud bin Guru Na'imin, Ulama Penyebar Islam di Bojonggede-Bogor

Agama Islam berkembang di Citayam-Bojonggede dan sekitarnya melalui ulama-ulama sufi. Para ulama di daerah ini ada yang belajar di Pantai Barat dan Pantai Timur, kemudian mereka mengembangkan agama Islam di Citayam-Bojonggede sekitar.

Seorang ulama besar penyebar agama Islam di Citayam-Bojonggede, Adalah KH.Tubagus Mahmud (Guru Mahmud) Bin KH.Tubagus Na’imin (Guru Na’imin) .yang bersilsilah sampai ke Syekh Manshur Cikaduen dan Maulana Hasanuddin bermuara ke Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah) yang merupakan salah satu Walisongo. beliau wafat tahun 1974 atau kurang lebih 44 tahun lalu. Yang Makamnya terletak tak jauh dari Masjid Daarul Mu’miniin Citayam.

Salah satu hal yang menarik pada pengembangan Islam di Citayam-Bojonggede ialah apa yang dilakukan oleh para ulama sufi yang terdiri dari Ulama dan Habaib yang menyebarkan Islam yang Ramah, Rahmatan lil Alamiin.

Literatur sejarah melaporkan, bahwa KH.Tubagus Mahmud (Guru Mahmud) adalah seorang ulama Kharismatik. Mereka menjulukinya sebagai Tubagus, artinya bagus atau baik (Akhlak perilaku dan cara pergaulan nya di masyarakat). Ketika masih belia, Guru Mahmud belajar langsung Agama Islam dan literatur Ilmu ke-Islaman lainya langsung dengan Ayahnya, KH.Tubagus Na’imin (Guru Na’imin).

Guru Mahmud kemudian menyebarkan agama Islam bukan saja di daerah Citayam, tetapi juga kawasan yang lebih luas lagi. Djayakarta dan Banten ini merupakan pintu masuk agama Islam mulai dari pelajaran membaca kitab suci Al-Quran sampai pada hukum dan sufisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here