The news is by your side.

Sejarah Tubagus Guru Mahmud bin Guru Na’imin, Ulama Penyebar Islam di Bojonggede-Bogor

KH.Tubagus Manshuri Putra Dari KH.Tubagus Mahmud (Guru Mahmud ) dan Jamaah

Guru Mahmud memilih tempat untuk membangun kediamannya di kawasan pedalaman tepat di pinggir sungai Pesanggrahan, berdiri sebuah bangunan Surau tempat beliau mengajarkan Ilmu agama, terutama yang menjadi dasar di ajarkan ialah pelajaran baca tulis Al-Quran.

Guru Mahmud membuat sebuah Surau yang multi fungsi untuk tempat belajar sekaligus Musholla dan terkadang dijadikan tempat menginap bagi santri-santri yang berasal dari daerah. Yang sampai saat ini peninggalan tersebut masih bisa kita lihat di pinggiran sungai Pesanggrahan.

Karomah ke-Walian beliau terbukti setelah meninggal, ada cahaya yang menerangi Makam peristirahatan terakhir beliau yang di saksikan oleh orang-orang yang kebetulan lewat tanah makam pada malam hari pertama beliau di kebumikan.

Guru Mahmud adalah perintis pembangunan masjid pertama di Bojonggede yang sekarang lingkupnya menjadi Kecamatan, tepatnya di desa Kampung sawah Pabuaran, berdiri masjid yang kokoh dan baru beberapa tahun ini terjadi perombakan renovasi seluruhnya dan terlihat megah.

Bukan hanya itu, di Kampung Citayam juga berdiri Masjid yang saat ini menjadi Central para penuntut ilmu, di beri nama Masjid An-Naja (lebih masyhur masyarakat saat ini menyebutnya dengan Masjid Sendok) karena ada ciri khasnya berupa lengkungan mirip sendok di depan kanopi bangunan depan Masjid.

Leave A Reply

Your email address will not be published.