Sistem Perbudakan dan “Milkul Yamin” dalam Sejarah Hukum Islam

75

Kedua

Jalan lain yang ditempuh Islam adalah pembebasan budak sebagai bentuk sanksi atas kejahatan-kejahatan baik kriminal maupun kejahatan lainnya. Pada Surat An-Nisa ayat 92, pembebasan budak merupakan sanksi atas kejahatan pembunuhan tanpa sengaja.

وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ

Artinya, “Barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah/tanpa sengaja (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman,” (Surat An-Nisa ayat 92).

Adapun pada Surat Al-Mujadalah ayat 3, pembebasan budak merupakan jalan yang harus ditempuh seorang suami atas pelanggaran zhihar terhadap istrinya. Zhihar (punggung) adalah penghinaan verbal suami terhadap istri dengan mengatakan, “Wajahmu seperti punggung ibuku.”

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ 

Artinya, “Orang-orang yang men-zhihar istri mereka, kemudian hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum pasangan suami istri itu bercampur,” (Surat Al-Mujadalah ayat 3).

Sedangkan Surat Al-Ma’idah Ayat 89 menyebut pembebasan budak sebagai pilihan sanksi atas pelanggaran sumpah (kaffaratul yamin).

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ 

Artinya, “Maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak,” (Surat Al-Ma’idah Ayat 89).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here