Wiranto dan Sejarah Pembunuhan Khalifah

22

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. – Percobaan pembunuhan H. Wiranto, terlepas dari jabatan sebagai menteri, bukti pembunuhan seorang muslim atas muslim lainnya. Jika dilihat dari statusnya, maka ini upaya pembunuhan rakyat terhadap pemerintahnya. Dua perspektif ini sudah terjadi pada masa kekhalifahan ar-rasyidah dalam Islam.

Siapa pembunuh Khalifah Umar bin Khattab ra? Dialah Fairuz an-Nahawand yang bergelar Abu Luklukah. Menurut Ahlus Sunnah dan sebagian Syiah, Fairuz ini seorang kafir Majusi, tidak pernah memeluk Islam. Tetapi, menurut sebagian Syiah lain, dia adalah seorang muslim dari aliran Syi’ah (Hamdan al-Khashibi, al-Hidayah al-Kubra, Beirut: Muassasah al-Balagh, 1991, h. 162).

Pendapat bahwa Fairuz itu orang muslim jauh lebih kuat. Hal itu didasarkan pada riwayat dari Ahmad bin Ali bin Mutsanna, dari Qathan bin Nasir al-Ghabri, dari Jakfar bin Sulaiman ad-Dhabghi, dari Tsabit al-Banani, dari Abu Rafi’ : “Abu Lukluah itu budaknya Mughirah bin Syu’bah. Bekerja membuat penggiling (gandum). Setiap hari Mughirah hanya mengupah dengan empat dirham”. Abu Luklukah melapor pada Umar: “Wahai amiral mukminin, Mughirah membebani saya, berbicaralah padanya, agar ia meringankan beban saya!”

Umar menjawab: “Bertakwalah pada Allah. Taatlah pada tuanmu!”

Dalam hati Abu Luklukah berkata: “Keadilannya melingkupi semua orang kecuali aku?!” Saat itulah ia berencana membunuh Umar.” (Abu Bakar al-Haitsami, Mawarid Zham’an ila Zawaid Ibn Hibban, juz 7, Damsyiq: Dar as-Tsaqafah, 1992, no. 2190, h. 103-4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here