Agama, Akal, dan Perubahan Jaman.

144

Kehidupan sosial inilah yang menjadi hak wilayah manusia untuk di urusnya. Tuhan  telah mendelegasikan kekuasaan kepada manusia ( QS. 2 :30 ). Dalam hal-hal tertentu, Tuhan tidak mencampurinya. Setiap kebaikan dan kerusakan, telah sepenuhnya tanggung jawab dan resiko manusia itu sendiri.

Pada awalnya manusia tidak mempunyai agama. Allah pun tidak tergesa-gesa menurunkan syareat. Allah menurunkan syareat, dalam pengertian lengkap. Dimulai pada Nabi Ibrahiem AS. Oleh karena itu, para ahli antropologi agama menyebut agama-agama yang ada sekarang sebagai agama keturunan Ibrahiem ( Ibrahiemic religious ).

Manusia mempelajari alam pada awalnya secara otodidak, dan menemukan proses-proses alam yang tidak dikuasainya, diluar batas kemampuannya. Proses-proses itu membawa kepada konklusi, bahwa ada kekuatan di luar dirinya dan alam yang mengendalikan semua kejadian yang terjadi. Manusia kemudian meng-asosiasikan kepercayaannya tersebut kepada kekuatan alam sendiri dan roh-roh yang gaib. Lahirlah kemudian agama primitif, animisme dan dinamisme. Kemudian kepercayaan itu mengalami evolusi yang panjang, sebelum agama diturunkan, menjadi polyteisme, dan puncaknya adalah monoteisme.

1
2
3
4
Previous articlePBNU Salurkan Bantuan 1 Miliar untuk Korban Banjir
Next article[KLARIFIKASI] Sempat Diinformasikan Gudangnya Terendam Banjir, Tokopedia Nyatakan Tidak Benar
Menyebut dirinya dengan rendah hati sebagai kader pinggiran Nahdlatul Ulama. Toufik Imtikhani al Kalimasi adalah pengasuh ponpes Bumi Aswaja Daarut-Taubah wa Tarbiyah Lapas Klas IIB Cilacap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here