Bangsa bersatu Melawan Corona Perspektif Al Qur’an

141

Nabi Ibrahim juga disebut dengan kalimat ummah karena beliau “bapak” pelopor tauhid dan kebanyakan para nabi berasal dari Nabi Ibrahim AS.
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

Iklan Layanan Masyarakat

Persatuan Bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan
Berkaitan dengan persatuan umat, al Qur’an selalu menggandengkan kata umat dengan kata wahidah seakan kata umat baru dapat berwujud eksistensinya kalau digandengkan dengan kata wahidah. Kalimat ummatan wahida di dalam al Qur’an terulang Sembilan kali. Seakan kalau kita renungkan Al Qur’an tidak mengartikannya dengan penyatuan umat tetapi al Qur’an menyebutnya umat yang satu. Umat yang memiliki tujuan keridhaan Ilahi dalam kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan.
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.
Dalam ayat ini al Qur’an tidak menjelaskan bahwa tentang hegemoni kekuasaan yang wajib dikuti oleh semua umat, akan tetapi umat yang satu dalam tujuan kesalamatan, keamanan dan kesejahteraan bersama.
Jamaluddin Al-Afghani, yang dikenal sebagai penyeru persatuan Islam (Liga Islam atau Pan-Islamisme), menegaskan bahwa idenya itu bukan menuntut agar umat Islam berada di bawah satu kekuasaan, tetapi hendaknya mereka mengarah kepada satu tujuan, serta saling membantu untuk menjaga keberadaan masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here