Bintang Emon: Oligarki, Komedi, dan Posisi Santri

854
Bintang Emon: Oligarki, Komedi, dan Posisi Santri

“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Begitulah kutipan jokes Warkop DKI setiap diakhir filmnya. Dulu saya mengira bahwa itu hanya sebatas lelucon untuk membuat branding pada identitas Warkop DKI, layaknya sebuah produk kecantikan yang membuat slogan untuk menunjukkan keunggulan produknya.

“Lagi pula memangnya ada di dunia ini yang melarang seseorang untuk tertawa?” Bagitulah kiranya isi pikiran saya dulu.

Kini saya sadar bahwa jokes Warkop DKI diakhir filmnya itu bukan hanya soal lelucon biasa, tapi juga bermuatan kritik pada kebebasan berbicara. Bagaimana bisa?

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here