Bolehkah Semalam Salat Witir Dua Kali ?

188

Persoalannya, jika seseorang sebelum tidur telah melakukan salat witir, kemudian setelah bangun tidur melakukan salat tahajud, apakah tetap dianjurkan salat witir utk memungkas salat tahajud tsb? Apakah tidak bertentangan dengan hadis penafian salat witir dua kali dalam semalam?

Jawaban utk persoalan tersebut, jika menggunakan pendapat mayoritas ulama (Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan pendapat terkenal di Syafi`iyah), maka bagi yang telah witir sebelum tidur, dipersilakan setelah bangun malam utk salat tahajud sebanyak mungkin dan tidak perlu salat witir lagi, karena sudah dianggap cukup dengan salat witir sebelumnya. Praktika ini seperti diriwayatkan oleh Ibn al-Mundzir dari Sahabat Abu Bakar, Sa`d, `Amar bin Yasir, Ibn `Abbas, `A’idz bin `Amr, St. `A’isyah, Tabiin Thawus, `Alqamah, dan al-Nakha`iy.

Sedangkan dalam pendapat lain, bagi yang telah witir sebelum tidur, selepas bangun malam, maka salat dulu satu rakaat untuk menggenapkan witir sebelumnya, kemudian salat tahajud sepuasnya, setelah itu menjelang subuh dipungkas dengan salat witir dalam hitungan ganjil. Praktika ini menggunakan konsep “naqd al-witri” (membatalkan witir sebelumnya), seperti diriwayatkan Ibn al-Mundzir dari Sahabat `Utsman bin`Affan, `Ali bin Abiy Thalib, Sa`d bin Abiy Waqas, Ibn Mas`ud, Ibn Umar, Ibn `Abbas, Tabiin `Amr bin Maymun, Ibn Sirin, dan Ishaq bin Rahawaih, sebagaimana diinformasikan oleh Imam Haramain (w. 478 H) dalam bukunya Nihayah al-Mathlab, II/361, dan Imam al-`Umraniy (w. 558 H) dalam bukunya Al-Bayan fiy Madzhab al-Imam al-Syafi`iy, II/272, Imam al-Nawawiy (w. 676 H) dalam bukunya Al-Majmu` Syar hal-Muhadzdzab, III/509 & 521.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here