17.9 C
Bandung
Friday, July 1, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

Gus Ulil Figur Ulama Muda dengan Segudang Ilmu

Adalah Gus Ulil Mendengar nama Gus Ulil bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah gak asing lagi, pria yang bernama lengkap Ulil Abshar Abdalla ini seorang tokoh Islam, Ulama Muda yang memiliki segudang ilmu baik ilmu pengetahuan, kesufian, kerohanian, kebahasa’an, keagama’an maupun kebangsa’an.

Sosoknya sederhana, santai dan berwibawa. Beliau juga lahir dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ayahnya KH Abdullah Rifa’i dari pondok pesantren Mansajul Ulum, Pati, sedang mertuanya, KH Mustofa Bisri, kyai dari pondok pesantren Raudlatut Talibin, Rembang Jawa tengah. Figur beliau juga akhir-akhir ini Ketika Islam datang untuk membebaskan manusia dari ketimpangan pangkat dan status sosial, dan saat para tokoh Islam membentengi dirinya dengan kesucian. Gus Ulil hadir dengan tawa lepas, berbaur tanpa memakai sorban dengan khas peci blangkon seolah seorang biasa-biasa saja, Engkau adalah kompas dan laboratorium ilmu.Tapi walaupun begitu, bagi khalayak masyarakat tetap saja beliau selalu gagal dalam menampakkan kalau beliau orang biasa.

Selain itu beliau juga pengampuh ngaji kitab
Ihya’ Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari beberapa kitab Imam Al-Ghazali. Dan pengampuh ngaji kitab Misykatul Anwar kitab mistik-filosofis Cahaya Merupakan karya Imam al-Ghazâlî. Kitab ini ditujukan untuk seseorang yang ia sapa sebagai “saudara yang mulia” (al-akh al-karîm), yang dipandang khawwâs (orang-orang khusus) oleh beliau.

Perlu diketahui bahwa pengajian kitab ihya’ biasanya di lakukan dengan tatap muka secara langsung atau kopdar ( kopi darat/kumpul bersama ) di setiap kabupaten atau kota yang siap di jadikan sebagai tempat pengajian. Namun mengingat situasi Pandemi yang entah kapan berakhir, semoga segera berakhir. Beliau tidak mengakhiri pengajiannya, meskipun situasi saat ini sedang diterjang Pandemi, akan tetapi beliau terus giat melakukan pengajian ihya’ yang di siarkan secara langsung melalu media Facebook Twitter hingga YouTube. Bahkan Yang mengikuti pengajiannya bukan hanya warga Nahdiyin saja, ormas lainnya juga, dari berbagai lintas daerah, sampai lintas Agama. Sampai-sampai ada sebagian dari jama’ah pengajian ihya’ Dengan penyebutan dirinya dengan sebutan santri online (SO) ihya’ Ulumuddin.

Menariknya lagi setiap kali malamnya ada pengajian Gus Ulil entah itu kitab ihya’Ulumuddin maupun kitab Misykatul Anwar banyak dari para santri online yang menunggu Notif beliau muncul, terlebih jama’ah Majlis Kalbun Salim (MKS) yang selalu menyiapkan hidanganya sambil ngaji mulai dari kopi langit, kopi om Bewok, teh manis dan lain-lain, begitupun makanan ringanya seperti kuwaci, ubi, telo hingga makanan Khas daerahnya sebelum pengajian di mulai.
Penulis sendiri merupakan Santri Online dari Indramayu sekaligus jama’ah MKS.

Akhirnya penulis yang faqir ilmu juga miskin Akhlaq cuma bisa berharap penuh dengan mengikuti pengajiannya, Semoga diakui menjadi santri beliau juga berharap penuh semoga mendapatkan kecipratan ilmunya serta kelebihan keberkahan doa-doa beliau.

Sekedar informasi, Pengajian Gus Ulil kitab ihya’ Ulumuddin di kaji setiap malam Jum’at di mulai dari jam 20:00 sampai dengan selesai. Pengajian kitab Misykatul Anwar di kaji setiap Malam Rabu di mulai dari jam 20:00 sampai dengan selesai.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article