The news is by your side.

Islam: Kebenaran, Keyakinan, dan Tindakan

Masalah keyakinan dan kebenaran

  1. Masalah pertama adalah manusia secara fitrah memiliki rasa ingin tahu, bagaimana jika akal kita mempertanyakan Tuhan. Apakah Tuhan yang kita sembah sekarang ini benar? Apakah mungkin kita mengenal Allah SWT ?
  2. Masalah kedua berkenaan dengan apakah mungkin kita dapat menyingkap seluruh kebenaran? Padahal kebenaran itu banyak dan tak terbatas sementara waktu kita terbatas. Bagaimana solusinya?

Kebenaran menjadi Keimanan

Keimanan yang utama dan pertama adalah Iman pada Allah SWT. Kalau saja keimanan pada Allah harus dilandasi atas kebenaran berarti kita harus cari kebenaran tentang apa dan siapa itu Allah? Mengenal Allah SWT (ma’rifatullah). Mungkinkah kita mengenal hakekat kebenarannya? Kalau mungkin dengan alat apa kita mengenal Allah? Bagaimana kita mengenal Allah?

Dua pertanyaan tersebut dapat kita urai sebagai berikut:

Masalah Pertama

Ketika kita berpikir tentang orang lain, apakah mungkin pikiran (perspektif) kita hakekatnya sama dengan orang tersebut? Jawabanya tidak mungkin sama. Karena pengetahuan kita tentang sesuatu selalu dipengaruhi oleh latarbelakang kita, keinginan kita dan lain-lain. Jadi bagaimana? Jadi kalau ingin tahu orang lain salah satu caranya kita harus menjadi orang tersebut dan harus mengetahui orang tersebut melalui orang tersebut. Begitupun pengetahuan/persepsi kita tentang Tuhan. Hanya Tuhanlah yang tahu. Ingin mengetahui Tuhan, kita harus tahu Tuhan dari Tuhan, atau menghadirkan Tuhan ke dalam diri kita.
Tuhan menjelaskan dirinya lewat beberapa ayat 1. Tuhan tidak sama dengan segala sesuatu (laitsa kamitslihi syaiun) 2. Tuhan memiliki sifat Rohman, Rohim, Malik, Qudus dan lain-lain, 3. Tuhan mencipta segala sesuatu dan lain-lain.

Dari tiga pernyataan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa:
Allah SWT tidak sama dengan segala sesuatu dapat diartikan bahwa Dzat Allah tidak bisa ketahui karena kita tidak bisa memikirkan, membayangkan sesuatu yang kita sama sekali tidak tahu. 2. Tuhan bisa kita kenal melalui sifat-sifatnya. Di dalam al qur’an Tuhan memperkenalkan dirinya dengan asma Allah yang dirangkum menjadi 99 Asma. 3. Tuhan bisa kita kenal melalui (af’al) perbuatanNya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.