Karut-Marut Kriteria Seleksi POP Kemdikbud

Fatkhu Yasik – Sejak dipimpin Nadiem Makarim, berbagai kebijakan inovatif yang diciptakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI telah menyedot perhatian banyak pihak. Melalui narasi besar kebijakan merdeka belajar dan kampus merdeka, Nadiem berhasil menyemai harapan di hati khalayak ramai akan masa depan pendidikan yang cerah di kemudian hari.
Meskipun demikian bukan berarti Nadiem beserta jajarannya imun dari kritik para praktisi pendidikan. Salah satu yang terhangat adalah kritik masyarakat terhadap pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) yang menjadi turunan dari kebijakan merdeka belajar.
Dalam Surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 2314/B.B2/GT/2020 tentang Pemberitahuan Hasil Evaluasi POP, ada 183 proposal yang dinyatakan lolos untuk menerima hibah dari Kemdikbud. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang memiliki ekosistem pendidikan mengakar di masyarakat masing-masing memperoleh satu hibah kategori Gajah dengan nilai bantuan sebesar Rp20 miliar.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



