Karut-Marut Kriteria Seleksi POP Kemdikbud

47


Sebagaimana kita ketahui, dalam melakukan kegiatan evaluasi, indikator yang digunakan oleh evaluator sebagai acuan kriteria harus merujuk pada desain program itu sendiri. Artinya, evaluator wajib setia dengan tujuan atau filosofi program dibentuk. Jika kita baca dokumen yang diterbitkan Kemdikbud (2020) dengan judul Merdeka Belajar Episode 4: Program Organisasi Penggerak, maka beberapa filosofi penting yang diabaikan oleh para evaluator sebagai berikut:


Pertama, salah satu tujuan kebijakan POP adalah hadirnya ribuan sekolah penggerak yang akan menggerakkan sekolah-sekolah lainnya di dalam ekosistemnya untuk menjadi sekolah-sekolah penggerak selanjutnya.


Jika filosofi ini dijadikan dasar para evaluator dalam menyeleksi organisasi penggerak, maka sudah seyogyanya tidak ada organisasi yang bisa menandingi capaian Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengakar di masyarakat. Sayangnya, aspek ini sepertinya tidak dianggap penting.

Iklan Layanan Masyarakat


Kedua, POP ini didasarkan pada anggapan bahwa selama ini partisipasi dan keterlibatan komunitas tidak begitu kuat dalam menjaga keberlanjutan inovasi-inovasi di dunia pendidikan. Untuk itu maka POP ini dilakukan dengan melibatkan secara massif organisasi kemasyarakatan yang memiliki rekam jejak di bidang pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here