Kiai Afifuddin: Kita Takzim pada Habaib, Tetapi Indonesia Terlalu Terbuka

32
Kiai Afifuddin: Kita Takzim pada Habaib, Tetapi Indonesia Terlalu Terbuka

Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir menyampaikan bahwa pengurus dan warga NU sejak dahulu tidak bergeser dalam memuliakan habaib, dzurriyah rasul, kiai, dan orang-orang berilmu. Namun, siapa pun warga negara Indonesia harus mengindahkan nilai kesopanan dan norma hukum di Indonesia dalam berbicara dan bertindak.

Demikian disampaikan oleh Kiai Afifuddin yang juga guru besar fiqih dan ushul fiqih pada Ma’had Aly Situbondo, Jawa Timur, kepada NU Online Sabtu (7/12) siang.

“Terhadap habaib kita tetap takzim dan takrim (memuliakan),” kata Kiai Afif.

Iklan Layanan Masyarakat

Namun demikian, Kiai Afif mengkritik penceramah mana saja yang bersikap arogan dan tidak mengindahkan norma hukum dan kesopanan di Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia tampak sangat bebas meski bicara dengan melanggar norma hukum sekali pun.

“Kita di sini terlalu terbuka sehingga membuat orang dapat ngomong semaunya. Entah siapa yang bisa menertibkan?” kata Kiai Afif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here