Komisioner KPAI: Di Rumah Saja, Anak Rentan Mengalami Gangguan Mental

42

Liya menyebutkan ada sejumlah perubahan perilaku anak yang harus diwaspadai. Misalnya anak menjadi patah semangat, mudah marah, cenderung agresif, hiperaktif, tidak ingin berteman, prestasi menurun, mudah takut, dan sering cemas. 

“Nah, yang seperti ini sudah masuk pada gangguan kesehatan mental pada anak. Harus ditangani dengan sebisa mungkin mengajak bicara,” tegas Cicit Rais Aam PBNU (1972-1980) KH Bisri Syansuri ini.

Gangguan kesehatan mental ini, menurut dia, bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh anak. Anak dapat mudah sakit, tidak percaya diri, dan lain sebagainya. Mengatasi hal-hal demikian, ia menyebut perlunya menjaga kesehatan mental anak. Ini tergantung pada orang tua masing-masing.

Iklan Layanan Masyarakat

Orang tua perlu membangun kepercayaan diri anak, membiasakan bermain untuk bersosialisasi, mengajari anak menikmati proses, dan mengajari disiplin. “Terutama saat pandemi ini. Ortu harus menciptakan lingkungan rumah yang baik untuk anak,” tegasnya.

Liya berharap, orang tua jangan merasa aman karena anak berada di rumah dengan bermain gadget (gawai). Mungkin terlihat belajar. Padahal di rumah saja, justru anak-anak mudah terpapar radikalisme, bullying (perundungan), serta kekerasan seksual.

Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here