Mematahkan Gagasan Disertasi Abdul Aziz
Salah satu kesalahan fatal Syahrur adalah sikapnya yang tidak mau menerima konsep sinonim (تردف, atau synonymy). Baginya, tidak ada sinonim dalam al-Qur’an. Padahal ini jelas keliru.
Dari prinsip ketiadaan sinonim ini, Syahrur kemudian membedakan makna “milkul yamin” dengan “riqqah” (budak). Padahal, ratusan tahun sudah para ulama tafsir menjelaskan terma “ma malakat aymanuhum” dalam QS al-Mukminun: 6 (yang menjadi dasar argumen Abdul Aziz), bahwa kata tersebut maknanya adalah budak. Artinya, terma “milkul yamin” dan “riqqah,” keduanya adalah sinonim.
Artinya, hubungan badan dengan istri dan budak adalah dibolehkan berdasarkan QS al-Mukminun: 6 ini.
Untuk ukuran masa itu, ini hal yang wajar. Tradisi perbudakkan sudah lama ada sebelum Islam, sehingga ketika al-Qur’an turun, maka perbudakkan pun dibicarakan di sana, untuk kemudian diatur secara ketat. Dalam teori kebudayaan, sebuah budaya itu seperti organisme hidup. Ia bisa lahir, berkembang, lalu mati dan punah.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



