Memilih Bahagia atau Sedih di Hari Asyura ?

2

Sangat wajar bila sejarah meninggalnya Sayyidina Husain menyisakan bekas kesedihan. Namun di sana terselip kebanggaan karena beliau meninggal dalam keadaan syahid. Cucu Rasulullah itu menutup masa hidupnya dalam kondisi membela kebenaran sampai titik darah terakhir. Sejarah itu memuat pelajaran-pelajaran berharga. Peristiwa-peristiwa buruk penting untuk diingat, bukan untuk memelihara dendam, melainkan agar tak terulang.

Walhasil, karena berkumpulnya peristiwa sedih dan bahagia sekaligus pada momen Asyura maka—menurut tarekat Bani Alawi—seseorang dianjurkan untuk mengutamakan kebahagiaan, tanpa mengurangi sedikit pun penghormatan pada Sayyidina Husain.

Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah, Semarang

Disarikan dan dikembangkan dari ceramah Habib Jamal bin Thoha Baaqil, Senin, 9 September 2019 di Masjid Al-Huda, Embong Arab, Malang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here