Penjelasan KH Afifuddin Muhajir tentang Konsep Milkul Yamin dan Hubungan Seksual Nonmarital

312

Jakarta, NU Online – Rais Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir (Kiai Afif) menjelaskan konsep milkul yamin dalam Islam. Kiai Afif menyatakan bahwa konsep milkul yamin disinggung di dalam Al-Quran, yaitu disebut dalam Surat An-Nisa dan Surat Al-Mukminun.

Milkul yamin, kata Kiai Afif, berarti kepemilikan budak. Milkul yamin dapat ditemukan pada Surat An-Nisa dan Surat Al-Mukminun dalam merespons situasi perbudakan yang berkembang di zaman tersebut.

Dalam Surat Al-Mukminun tersebut salah satu ayat, “wal ladzina li furujihim hafizhun illa ‘ala azwajihim aw ma malakat aymanuhum,” yang artinya, “mereka yang memelihara farjinya kecuali terhadap istri mereka dan budak mereka,” sebagai bentuk larangan berhubungan badan kepada selain istri dan budak.

Iklan Layanan Masyarakat

Kiai Afif juga menyebut Surat An-Nisa ayat 25 yang mengandung kebolehan perkawinan pria merdeka dan perempuan budak dengan syarat ketiadaan kemampuan kawin dengan perempuan merdeka dan kekhawatiran pada perzinaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here