The news is by your side.

PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI AKIDAH DAN KARAKTER TERPUJI PADA JIWA ANAK

Nunung Anjarwati – Dijelaskan dalam KBBI , “peran” adalah perangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Peran merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bisa memepengaruhi, mendorong mengajak orang lain agar bisa menerima pengaruh itu sendiri. Selanjutnya berbuat sesuatu yang akan membangun pencapaian suatu maksut tujuan tertentu (Saiful segala, 2009:117).

Orang tua memiliki peranan penting dalam proses pertumbuhan anak, sebagaimana tugas utama orang tua dalam melaksanakan kewajibanya adalah memberikan bimbingan dan mendidik anaknya agar menjadi anak yang baik dan bisa membanggakan kedua orang tua dengan menjadi orang yang beriman, bertakwa dan mampu mengamalkan ibadah dengan baik. Ketika orang tua tidak bisa mengawasi atau membiarkan anak tumbuh dan berkembang tanpa pengawasan mereka maka akan beresiko pada psikologi anak, bimbingan yang diberikan kepada anak bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah Swt. Allah swt telah memerintahkan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, mendorong mereka untuk tidak memikul tanggung jawab kepada mereka. Allah swt telah memerintahkan orang yang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa Api neraka, dan juga perintah membimbing keluarga agar tidak lalai dan durhakah kepada perintah Allah dan kita sebagai umatnya harus mengerjakan apa yang telah diperintahnya.

Tugas dan tanggung jawab orang tua, keluarga adalah lingkungan yang memberikan pengaruh penting dalam proses perkembangan anak. Sikap, kepribadian orang tua, dalam menjalankan kehidupannya memberikan gambaran kepada anak yang sedang tumbuh. Ada beberapa tanggung jawab orang tua dalam mendidik anaknya yaitu,

  1. Dengan memberikan nama yang baik dimana dalam pemberian nama kepada anak merupaka doa dari kedua orang tua untuk anaknya sesuai dengan nama yang diberikan,
  2. Memberi perhatian yang tulus, orang tua berkewajiban untuk memberikan kasih sayang yang sangat tulus kepada anaknya dan tidak memberikan perbedaan,
  3. Memperlakukan anak dengan sikap yang sama, maksunya kita tidak membedakan sikap kita terhadap anak yang satu dengan yang lainnya harus sama, misalkan ketika orang tua ingin memberikan makanan, mainan, baju dan lain sebagainya itu harus adil.
  4. Menanamkan ajaran agama yang baik, orang tua berkewajiban untuk memberikan pemahaman dan penanaman tentang ilmu agama islam kepada anak -ananya sejak usia dini, kenapa harus dari kecil atau bahkan masih dalam kandungan itu pending dalam memberikan pemahaman agama? Karna Ketika anak masih kecil itu ibaratnya otanya masih jernih atau belum memiliki pemikiran yang banyak jadi otak anak pada masa itu sama halnya dengan kertas putih tanpa coretan, jadi perlu kita menanamkan atau mecoret kertas itu dengan nilai agama yang baik. Dan Nilai-nilai karakter merupakan landasan serta berfikir berdasarkan nilai-nilai tersebut dan terwujud di didalam perilaku (Sabar Budi Raharjo, 2010:231).

Seperti yang kita tahu anak yang sholih tidak dilahirkan secara alami, melainkan dengan bimbingan dan arahan yang terprogram dan bersifat kontinu. Karna anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan yang pastinya tidak sama dengan karakter orang dewasa. Mereka cenderung lebih aktif, dinamis, antusias dan memiliki rasa keingintahuan yang cukup besar terhadap apa yang mereka lihat dan pasti mereka akan menanyakan apa yang mereka lihat yang mereka dengar dan rasakan (Yuliani Nurani Sudiono, 2011: 6).

Anak adalah Amanah yang diberikan oleh Allah yang harus dipertanggung jawabkan orang tua kepada Allah SWT. Anak adalah tempat mencurahkan kasih sayangnya. Dan anak juga merupakan investasi masa depan untuk kepentingan orang tua di akhirat kelak. Oleh karena itu, orang tua harus memelihara, merawat, mebesarkan, menyantuni, dan mendidiknya dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang, pada saat kita menerapkan hal tersebut kepada anak maka akan lahir anak-anak shalih yang menjadi harapan setiap keluarga. Orang tua memiliki tugas untuk memimpin anak-anaknua dalam kehidupan di dunia.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial dan diperintahkan untuk saling mengenal antara satu sama lain dan berlaku sopan terhadap sesame tanpa membedakan sikap antara satu sama lainnya, dalam hal ini lagi-lagi orang tua harus memberikan Pelajaran kepada anaknya tentang Bagai mana bersikap baik dan sopan kepada orang lain baik itu kepada orang tua maupun teman sebanya. Mengenalkan anak tentang nilai norma sangatlah penting juga karna akan menjadi dasar atau awalan bagi anak dalam bergaul dan bersosialisasi di Tengah-tengah lingkungan Masyarakat.

Menurut mustaqim bimbingan orang tua adalah upaya yang dilakukan secara periodik dan berkesinambunan untuk menanamkan nilai-nilai dasar disiplin diri. Bantuan dan pertolongan orang tua sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memperlakukan anak dengan baik sehingga anak memiliki kepercayaan diri agar potensi anak dapat berkembang secara optimal. Nilai ibadah yang didapat anak dari bimbingan kedua orang tuanya akan membah keyakinan terhadap ajaran agama, semakin tinggi bimbingan dan ajaran agama yang didapat, maka akan semakun tinggi intensitas ibadah yang dilakukan oleh anak tersebut.

Begitu pula dengan bimbingan akhlak yang di berikan oleh kedua orrang tuanya sangat penting dan berpengaruh pada kepribadian sikap pada anak tersebut. Kepribadian anak terbentuk melalaui pengalaman yang didapat dari orang tuan, sekolah lingkungan sekitar tempat anak berinteraksi dalam kesehariannya, apabila nilai-nilai agama banyak masuk ke dalam pembentukan kepribadian anak, maka tingkah laku anak terebut akan terarah pada nilai-nilai agama. Sebaliknya jika anak sering menangkap atau cenderung berada pada keluarga dan lingkungan yang negative maka hal itu akan mempengaruhi kepribadian dan nilai akhlak anak tersebut.

Peran orang tua dalam menumbuhkan kemandirian pada anak karna orang tua selain berperan sebagai pemimpin juga sebagai guru pertama, pembimbing, pengajar,dan sebagai teladan bagi anak-anaknya. Upaya menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kemandirian seorang anak agar tidak bergantung pada orang tua, hal yang perlu dilakukan orang tua dapat dilakukan berupa pujian atau dukungan yang diberikan kepada anak ketika anak melakukan suatu hal yang baik, atau pada saat anak berhasil dalam suatu pekerjaan yang telah diupayakannya. Hal ini perlu dilakukan orang tua untuk mendukung tumbuhnya kebiasaanya-kebiasaan baik dalam diri anak (Bacharuddin Mustafa)

Anak yang tidak dapat perhatian oleh orang tuanya dan diabaikan pada awal masa pertumbuhnnya, anak tersebut akan cenderung tidak terarah, maka dari itu agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negartif maka perlu orang tua memperhatikan dan memberikan bimbingan kepada anaknya menanamkan nilai-nilai Pendidikan islam pada anak-anaknya dengan cara memperkenalkan nilai-nilai akidah, memperkenalkan nilai-nilai ibadah dan meneladankan akhlakul karimah.

Dalam menanamkan nilai-nilai akidah dan karakter terpuji pada jiwa anak, peran orang tua sangat penting. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan, mendidik dengan nilai-nilai agama, memberikan bimbingan moral, dan mendukung pengembangan karakter anak-anak. Mereka juga perlu menciptakan lingkungan komunikasi yang terbuka, mengawasi eksposur anak-anak terhadap media, memberikan dukungan emosional, dan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam kehidupan sehari-hari anak.

Melalui peran aktif orang tua dalam membentuk nilai-nilai akidah dan karakter terpuji, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang baik, bermoral, dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat. Ini membantu menciptakan masyarakat yang lebih baik, etis, dan bermakna di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA
Moh. Haitami Salim, Pendidikan Agama …, 143-147.
Abdullah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad asy-Syaibani, Musnad Ahmad, Juz 13 dan 14, Maktabah Syamilah.
di Abdullah, Etika Pendidikan keluarga, sekolah dan Masyarakat Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada, 2015
Marimba, Ahmad D, 1989, Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Al Maarif

Penulis
Nunung Anjarwati
Leave A Reply

Your email address will not be published.