Perang Simetris Berhadiah Hagia Sophia

113

Jika di masa Khulafaur Rasyidin belum tampak pengubahan gereja menjadi masjid saat ekspansi Islam terjadi, namun tidak demikian halnya di masa kekuasaan dinasti-dinasti Islam. Saat dinasti Umayyah menguasai Damaskus, khalifah al-Walid bin Abd al-Malik mengubah gereja St. John the Baptis menjadi masjid Umayyah. Di tempat itu konon kepala  St. John the Baptis yang terputus dikubur. St. John dikenal dalam Islam dengan nabi Yahya. Juga tatkala dinasti Umayyah menguasai Cordova Spanyol, Emir Abdurrahman pada 785M mengubah gereja Visigothic Church of Saint Vincent menjadi masjid agung Qordova.  Demikian juga masjid al-Khadra’(Hijau) di Nablus Palestina, konon di tempat itu dulu Nabi Ya’sub menangis meratapi Jusuf yang hilang yang ternyata dicebuŕkan oleh saudara-saudaranya ke sumur. Masjid itu sebelumnya adalah gereja yang dibangun oleh tentara Salib pada 1187M.

Bertahannya gereja atau konversinya ke masjid dan museum saat ekspansi Islam atau pada masa al-Futuhat alIslamiyah, di  mana Islam meluas dari yang semula di Makkah hingga menjangkau Eropa, sangat bergantung pada kondisi hubungan politik saat itu dan tergantung bobot gereja tersebut. Kasus yang terjadi pada Umar bin Khattab yang bahkan menolak shalat di gereja agar di kemudian hari gereja itu tidak diubah menjadi masjid oleh umat Islam  tidaklah sama dengan kasus yang terjadi pada dinasti Umayyah. Saat Islam menguasai Jerusalem, umat Kristiani bukan musuh Islam. Musuh perangnya adalah penguasa Bizantium yang juga menguasai Jerusalem.  Dengan posisi seperti itu, posisi rakyat jelata, Islam hadir melindungi mereka yang tertindas. Sementara yang terjadi pada dinasti Umayyah dan Ottoman adalah perang simetris berhadap-hadapan dua kekuatan besar yang berlaku hukum the winner takes all. Dengan karakter perang seperti ini, maka simbol-simbol  peradaban pihak yang kalah diambil alih oleh pemenang. Gereja induk yang merupakan simbol hegemoni Kristen diubah menjadi masjid juga sebagai simbol kemenangan Islam.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here