Seri Kajian Islam dan NU: Saatnya NU Menjadi Pioner dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat
Menurut alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini, berkaca dari kesuksesan Bank Grameen di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil kepada orang yang kurang mampu, yaitu pinjaman tanpa membutuhkan collateral atau jaminan. Sistem ini dibangun berdasarkan ide bahwa orang miskin memiliki kemampuan yang belum dimaksimalkan. Dan kredit ini diberikan kepada kelompok perempuan produktif yang masih berada dalam status sosial kurang mampu. “Sistem seperti Bank Grameen ini bisa diadopsi oleh NU dengan berbagai lembaga dan potensi jamaahnya,” ungkapnya.
Cara mitigasi selanjutnya adalah dengan pola tanggung renteng. Model pola ini terinspirasi dari kelompok ibu-ibu arisan. Pola ini, pada awal diterapkan bertujuan untuk pengamanan aset. Hal ini penting, karena sebuah lembaga peminjaman mikro tidak akan bisa bertahan apalagi berkembang, bisa asetnya tidak aman. Menurut pengamatannya, hampir mayoritas kreditur wanita yang menggunakan pola tanggung renteng ini tertib dalam membayar sehingga terhindar dari kredit macet.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



