The news is by your side.

Seri Kajian Islam dan NU: Saatnya NU Menjadi Pioner dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Menurutnya, Hadratussyeh KH Hasyim Asy’ary ketika mendefinisikan Aswaja dalam hal fiqh adalah siapa saja yang mengikuti salah satu dari empat madzhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Masalahnya di Indonesia, khususnya warga NU adalah Syafi’i minded. Sehingga peluang pendapat dari madzhab lain, misalnya Hanafi dalam urusan wakaf, sebenarnya bisa diadopsi untuk kemaslahatan yang lebih besar.

“Sepertinya perlu ada bahtsul masail mulai level cabang sampai pengurus besar, membahas pengembangan model wakaf-wakaf produktif. Di banyak negara, seperti Malaysia, Arab Saudi, wakaf sudah banyak modelnya. Ada wakaf uang, wakaf korporasi, termasuk wakaf surat berharga seperti saham, reksadana, obligasi syariah (sukuk), hingga investasi. Beberapa model wakaf ini bisa dilakukan dengan tetap menjaga nilai pokok wakaf dan hasilnya digunakan untuk kemaslahatan. Harapannya NU tidak hanya fokus dan mengelola di wakaf tanah untuk kuburan, sekolah, maupun masjid saja, akan tetapi sudah lebih progresif menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” terangnya.

Menurut pria asli Madura yang sudah lebih dari sembilan tahun di Malaysia ini, warga NU sangat menghormati hasil keputusan bahtsul masail di NU. Sehingga dasar referensi agama yang memadai mampu menjadikan pengembangan pemberdayaan melalui wakaf lebih maksimal. “Bahkan sekarang berkembang wakaf pemikiran, karya intelektual, atau gagasan. Misalnya mengundang pakar tentang micro finance, kemudian diminta memberikan pelatihan dan mentor kepada peserta pelatihan yang mana jasa keahliannnya diberikan secara gratis. Hal itu juga termasuk wakaf, wakaf keahlian, wakaf gagasan,” kata Head of Economics, Finance, Awqaf, and Zakat unit cum research fellow at the International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia ini.

Acara yang berlangsung sampai tengah malam tersebut dihadiri Pengurus Cabang NU Kota Malang, H. Yuanda Kusuma, M. Mahpur, Abdur Rahim, Ketua PC Lakspedam NU Kota Malang M. Faisol Fatawi, Katua PC LTN NU Kota Malang Achmad Diny H, Ketua PC ISNU Kota Malang, Fauzan Alfas, Dosen Universitas Negeri Malang, Achmad Tohe. Juga tampak hadir para mahasiswa, pengusaha, serta pengurus NU lainnya. (Achmad Diny H)

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.