The news is by your side.

Wanita dan Genggamannya

Al-Bukhari menceritakan, bahwa pada masa Arab Jahiliyah bila seorang suami meninggal dunia, maka anak laki-lakinya mempunyai hak penuh atas ibu mereka. Seorang anaknya diperbolehkan untuk menikahi ibunya, bila beliau rela. Dapat juga wanita tersebut dinikahkan dengan laki-laki lain. Tetapi bukan tanpa hambatan, selalu ada upaya untuk mencegah wanita tersebut menikah lagi. Salah satunya wanita harus membayar sejumlah uang, bila ia hendak menikah lagi.(Said Abdullah, 1994) Perempuan pada masa jahiliyah memang berada pada level kerendahan. Mereka menjadi simbol keterbelakangan dan kehinaan. Hidup mereka layaknya sampah dan kotoran. Wanita dapat diwariskan sebagai sisa harta warisan dan tidak memiliki hak untuk menerima warisan kerabatnya. Suami memiliki hak untuk menikah dengan wanita manapun tanpa batasan dan keterikatan.(Imarah Muhammad, 2005)

Itulah sebagian kisah wanita di masa pra Islam. Tampak bahwa dunia seakan kejam memperlakukan wanita. Pada masa awal Islam datang hingga masa kini, bagaimanakah nasib kaum wanita? Apakah nasibnya membaik atau sama saja atau malah lebih buruk dibanding masa pra Islam? Yang jelas, bila kita menyimak sajian berita dari portal atau media baik daring maupun cetak, persoalan nasib kaum wanita masih ada dan terus diperbincangkan. Merespon hal tersebut, muncullah lembaga atau komunitas atau entitas sejenis yang berfokus pada isu-isu wanita. Dalam pergerakan mereka disuarakan beberapa istilah kunci seperti hak wanita, keadilan, sejahtera, beradab, dan lainnya. Pertanyaannya, apakah istilah-istilah tersebut dengan makna sejatinya telah menjadi nafas pergerakan mereka atau hanya menjadi medium bagi pelanggengan spekulasi filosofis dan nafsu? Kita akan cermati itu melalui rangkaian peristiwa dalam sejarah yang meliputi pelbagai bidang dimana istilah-istilah tersebut telah lama diperjuangkan dan dikukuhkan maknanya, sehingga rute dan tujuan wanita hadir di dunia ini menjadi jelas, karena berpegang pada kebenaran dan hakikatnya.

‘Abdul Halim Abu Syuqqah lewat karyanya Tahrir al-Mar`ah fi ‘Ashr al-Risalah telah melakukan kajian komprehensif tentang keterlibatan kaum wanita dalam aktivitas politik di masa awal Islam. Menurut Abu Syuqqah, bai’at kaum wanita kepada Rasulullah Saw. pada masa itu memiliki beberapa makna, diantaranya kemandirian pribadi wanita (artinya mereka bukan hanya pengikut laki-laki, tapi mereka juga boleh berbai’ait secara langsung kepada Nabi Saw. sebagaimana laki-laki), bai’at kepada Islam dan ketaatan kepada Rasulullah Saw. (artinya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan), dan dilandasi atas dua hal (yakni kedudukan Nabi Saw. sebagai utusan penyampai risalah Allah dan sebagai pemimpin kaum Muslim). Bai’at kaum wanita kepada Rasulullah Saw. beiringan dengan peristiwa Bai’at ‘Aqabah Dua. Saat dua orang wanita, yaitu ‘Ammarah bint Ka’ab dan Asma` bin ‘Amr ikut menyaksikan bai’at tersebut bersama 73 laki-laki. Abu Syuqqah menyebut beberapa nama perempuan di zaman Nabi Saw. yang terlibat langsung dalam urusan-urusan politik, yakni Ummu Salamah, Fathimah binti Qais, Zainab binti al-Muhajir, A’isyah, Ummu Sulaim, Hafshah, dan seterusnya.

Penulis
Taufik Hidayat

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.