Adzan dan Solidaritas sosial

139
Adzan dan Solidaritas sosial

Toufik Imtikhani – Saya percaya, jika tulisan saya ini dibaca oleh orang-orang yang “ baru Islam “ atau “ Islamnya Baru”, maka akan mendapatkan reaksi yang keras, dan mungkin sumpah serapah. Saya teringat kisah seorang Ibu di Medan beberapa waktu yang lalu, dirinya memprotes suara adzan yang mungkin keras dan mengganggu istirahatnya, si Ibu kemudian dilaporkan sebagai penista agama.

Yang akan saya sampaikan adalah sebuah fakta sosial dan pengalaman pribadi yang tak terlupakan, agar penulis belajar dan bersikap arif dalam menanggapi dan hidup di sebuah masyarkat yang penuh perbedaan. Kisah ini, jauh terjadi sebelum kisah seorang ibu di Medan yang dianggap menistakan agama.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here