Adzan dan Solidaritas sosial
Teman tadi memberikan alternatif dan alasan, bukankah cukup satu masjid saja yang adzannya memakai pengeras suara, yang lain tidak perlu. Bukankah di masjid-masjid dan musolla serta rumah oran Islam ada jadwal sholat dan jam penunjuk waktu yang dapat memberitahukan kepada si muslim bahwa waktu sholat sudah tiba?
Saya tergagap dan termenung mendapatkan argumentasi dari si teman yang Islamnya KTP. Meskipun pertanyaannya sepele, tetapi saya tidak cukup siap dengan jawaban yang bisa memuaskan. Sebab di satu sisi di-syareatkan kepada kaum muslimin agar
Mengumandangkan adzan jika waktu sholat tiba, namun pada sisi yang lain kita menghadapi kemajemukan iman dan kepentingan yang seharusnya kita perhatikan. Kemajemukan ini tidak boleh kita tabrak dengan alasan apapun termasuk alasan dakwah, karena hal itu alih-alih dapat mendorong kemajuan dakwah, tetapi justru bisa bersifat kontra-produktif dengan tujuan dakwah itu sendiri. Umat islam seolah tidak bersifat empati terhadap beragamnya kepentingan dan iman, serta situasi kondisi yang berbeda-beda di tengah masyarakat.
Sedangkan kita mengetahui semua, bahwa penggunaan pengeras suara bukan menjadi bagian dari syareat. Pengeras suara hanyalah alat bantu agar suara adzan dapat didengar dan menjangkau jarak yang jauh dan khalayak muslim yang banyak, untuk memberitahukan bahwa waktu sholat telah tiba. Jika tiap-tiap masjid dan musolla menggunakan pengeras suara, bagaimana suasana “ udara” kita? Padahal sekarang jumlah masjid dan musolla di setiap komunitas masyarakat sudah sedemikian banyak. Jarak antar rumah penduduk juga berdekatan. Berbeda tentu dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, dimana jumlah masjid dan musholla terbatas, serta jarak antar penduduk mungkin berjauhan. Jadi dibutuhkan alat bantu yang efektif dan efesien.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



