Agama dan Tragedi Kemanusiaan
Perdebatan itu sepanjang sejarah tidak menemui kata sepakat. Bahkan semakin menjauh dari titik konvergensi. Pengalaman sejarah tak ditemukan suatu kekuasaan politik demokrasi-sekuler, kecuali sejak era runtuhnya Kekhalifahan Turki-Usmani, yang diganti dengan pemerintahan demokrasi-sekuler oleh Kemal Pasha. Jadi secara politik, umat Islam kurang berpengalaman.
Kekuasaan Kemal Pasha kemudian menjadi sebuah model baru, pasca-konservatisme kekuasaan kekhalifahan. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam, banyak yang memilih model demokrasi-sekuler, meskipun ada yang mempertahankan ke-khalifahan. Tetapi ada juga yang terjebakkepada monarkhi, seperti Arab Saudi. Dalam perjalanan sejarahnya, kekuasaan politik demokrasi pun secara pelan terjebak kepada otoritarianisme, seperti Suriah, Libya, Mesir.
Urusan politik inilah yang menyebabkan kontribusi agama terhadap kemanusian mengalami kemunduran. Perang saudara akibat perbedaan pandangan politik, yang dilandasi oleh perbedaan paham dan interpretasi terhadap ajaran agama, atau sebaliknya, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang tak dapat kita perkirakan kapan selesainya.
Perbedaan pandangan politik inilah sebetulnya yang menjadi awal dari perpecahan umat Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW wafat, terdapat perbedaan pandangan di kalangan sahabat, siapakah yang paling berhak meggantikan kedudukan Nabi sebagai penguasa? Abdullah Bin Saba dan pengikutnya mendukung Ahlul Bait, dalam hal ini Ali bin Abu Thalib untuk menggantikan Nabi. Sementara mayoritas umat Islam mengadakan permusyawaratan untuk menunjuk pengganti Nabi. Perbedaan politik ini semakin menajam dalam pergantian khalifah-khalifah setelah Abu Bakar. Bahkan pada periode Usman, nepotisme berkembang. Usman banyak mengangkat kaum kerabatnya untuk menduduki banyak jabatan. Pada periode Ali, sekitar abad 8 H, terjadi perpecahan yang signifikan di kalangan umat Islam dalam hal aqidah dan politik. Faktor manakah yang mendahului, apakah masalah aqidah dahulu, kemudian baru politik atau sebaliknya, nampaknya bersifat kondisional.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


