The news is by your side.

Agama dan Tragedi Kemanusiaan

Kadang masalah aqidah, baru kemudian politik. Contoh misalnya, masalah penafsiran Kelompok Khawarij tentang masalah hukum agama ( masalah aqidah-syariah ), bermuara kepada pemberontakan kepada khalifah yang sah ( politik ). Masalah politik ini kemudian bermuara kepada persoalan pen-takfiran ( tuduhan kafir ) kepada Khalifah atau orang yang berbeda kelompok ( masalah aqidah ).

Secara umum, implementasi agama dalam ranah sosial, mengalami kegaduhan. Agama menjadi faktor kunci kekacauan di seluruh dunia. Di Timur tengah sampai detik ini, penghancuran peradaban masih terus berlangsung atas nama agama. Kritik terhadap agama sebagai sebagai biang kemunduran masyarakat dimulai oleh Karl Marx, dalam karya legendarisnya, Das Kapital. Mark menganggap bahwa agama sebagai candu rakyat. Kritik Mark tentu tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang disaksikannya, serta bagaimana agama  mengambil peranan didalamnya.

Kritik Marx mungkin di alamatkan kepada ortodoksi dan otoritas yang dimilikinya dalam berbagai lapangan kehidupan. Kooptasi gereja menyebabkan secara sosial, masyarakat Rusia mengalami kemunduran.

Kondisi modern saat ini, secara sosial tidak jauh berbeda dengan saat Mark menyatakan agama sebagai candu rakyat. Agama menjadi bagian konflik yang penting dalam sejarah masyarakat modern. Banyak pandangan kemudian bermunculan, yang justru menjadi negasi dari klaim agama bahwa mereka datang membawa kedamaian.

Cristopher Hitchens dalam buku God Is Not Great: How Religion Poison Everiting ( Gunawan Muhammad, Tempo, 5/8/2007 ) menyatakan Tuhan tidak Akbar dan Agama adalah Racun. Gunawan Muhammad menyambut baik datangnya para atheis yang datang dengan argumentasi yang tajam menyerang agama, tanpa kecuali, di zaman yang ketika iman dikibarkan dengan rasa  ketakutan, dan Afrika; Mesir, Libya, Suriah, Irak, dll, adalah karma yang bernama Agama. Munculnya gerakan radikal seperti Al-Qaeda, ISIS, dan lain-lain, adalah ancaman serius bagi peradaban manusia.

Apa yang salah dari agama? Islam datang dengan misi sebagai rahmat bagi seluruh alam. Nasrani dengan ajaran cinta kasih. Hindu dengan Shanti ( damai ), Budha dengan Darma. Apa yang kurang dari itu semua? Siapakah yang men-distorsi ajaran agama yang luhur? Kepentingan politikkah, yang dibalut dengan baju agama, yang terkesan mempunyai nilai transendental, demi memanipulasi dan menipu rakyat banyak? Apakah kehormatan itu  di atas kursi kekuasaan dan jabatan? Sebuah tanda tanya besar menghantui peran agama bagi kemanusiaan di masa mendatang.***

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.