The news is by your side.

Allah dan Cerita Takdir Manusia

Kembali ke masa yang lalu. Muhammad SAW diuji dengan keluarga terdekatnya yang sebagian sebagai penentang kenabian dan kerasulannya. Abu Jahl, Abu Lahb, Abu Sufyan, adalah masih keturunan Bani Hasyim. Mereka menjadi fitnah bagi diri Muhammad dan juga kaum muslimin pada waktu itu.

Dalam pandangannya, istri-istrinya mempunyai kedudukan yang berbeda pula. Khadijah dan Aisyah mempunyai kedudukan yang istimewa dalam diri Muhammad. Istri-istrinya yang lain, mempunyai keistimewaan masing-masing, tetapi berbeda dengan Khadijah dan Aisyah. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Aisyah sering merasa cemburu kepada kecintaan Muhammad kepada Khadijah. Tetapi Rasul juga mencintai Aisyah dan memanggilnya dengan panggilan mesra: khumaira.

Para sahabatnya mempunyai kedekatan yang berbeda-beda pula. Muhammad mempunyai sahabat-sahabat dekat yang bagi dirinya istimewa, seperti Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Di antara para pamannya, tentulah Hamzah yang paling istimewa. Abbas bin Abdul Mutholib mempunyai kedudukan dalam hal ilmu agama yang berkaitan dengan hukum, di samping dalam bidang ini ada Muadz bin Jabal. Keahlian ini diwariskan kepada anaknya, saudara sepupu Muhammad, yang bernama Abdullah bin Abbas.

Demikian seterusnya sunah Allah atas mahluknya yang bernama manusia. Di kalangan Kaum perempuan, Allah juga mengistimewakan sebagian atas sebagian yang lain. Siti Hawa tentu mempunyai kedudukan yang istimewa. Ia adalah ibu moyang seluruh umat manusia. Generasi selanjutnya ada Sarah dan Hajar, kemudian Siti Maryam, yang bannyak memiliki karomah yang datangnya dari siapa lagi, selain dari Allah SWT. Tokoh-tokoh perempuan terus bermunculan seiring sejarah perjalanan hidup manusia. Semua hadir dalam sebuah perencanaan yang diatur sedemikian rupa oleh Dzat sebaik-baik perencana. Tak sejengkal pun rencana itu meleset. Kehadiran setiap tokoh adalah pilihan yang selalu tepat.***

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP
Leave A Reply

Your email address will not be published.