Allah dan Cerita Takdir Manusia
Kemudian Allah memilih Soeharto, jenderal bintang dua, yang jauh dari perhitungan Partai Komunis Indonesia, sebagai jenderal yang membahayakan gerakan politik komunis. Ketidakpopuleran Soeharto adalah bentuk penjagaan dari Allah, karena ia akan dipilihn-Nya sebagai pemimpin negeri kita selanjutnya. Jenderal-jenderal lain di culik dan dibunuh di Lubang Buaya. A.H. Nasution, jenderal senior lebih dari Soeharto, lolos dari lubang jarum, toh bukan dia yang Allah beri kekuasaan. Habibie dipilih oleh-Nya di antara orang-orang di luar suku jawa sebagai presiden. Gus Dur dipilihnya di antara orang-orang buta, para ulama dan cendekiawan, di antara orang-orang sehat, yang lebih pantas menjadi presiden. Dan di antara para perempuan, Allah memilih Megawati untuk menjadi presiden, sekaligus sebagai ketua partai yang kuat hingga sekarang. Soesilo Bambang Yudhoyono Allah pilih sebagai presiden. Para mantan atasanya di militer tak ada yang dipilih. Wiranto atau Hendro Priyono, pernah menjadi atasannya langsung, tetapi mereka tidak dipilih Allah sebagai presiden. Prabowo Subianto, dari segi performance secara keseluruhan, lebih pantas jadi presiden. Tapi Pemilu 2014, atas kehendak Allah, yang menjadi presiden Joko Widodo, orang biasa dari rakyat biasa, dengan penampilan yang sangat biasa. Kekuasaan memang hanya milik Allah ( QS 3:26 ).
Kepada siapa Dia akan men-distribusikan kekuasaan-Nya, tentu sudah diperhitungkan dengan sangat teliti. Rahasianya ada pada Allah. Baik buruk adalah ujian untuk semuanya. Di antara hamba-hambanya yang hebat-hebat, Allah pilih deretan orang-orang tersebut di atas tanpa melihat pandangan manusia, pantas dan tidak pantas, karena boleh jadi apa yang menurut manusia baik/ bagus, menurut Allah buruk, demikian juga sebaliknya. Dan mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, tetapi dibalik itu Tuhan menjadikan kebaikan yang banyak ( QS 4:19 ). Dan mungkin engkau tidak menyukai sesuatu, sedang hal tersebut merupakn kebaikan bagimu ( QS 2:216 ). Umur, kekuatan, dan atribusi yang bersifat fisikal lainnya, bahkan ilmu sekalipun, bukan parameter bagi Allah untuk mendudukan seseorang dalam jabatan dan kekuasaan. Jadi tidak perlu heran jika pemimpin kita adalah orang-orang yang lebih muda, lebih buruk, lebih bodoh sekalipun. Semua mengandung hikmah dan pelajaran. Tentu bagi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



