Antara Corona, Ulama, dan Sains

23

Ketika bencana juga menimpa umat Islam di seluruh dunia, sebagaimana yang terjadi dalam kasus Covid-19 ini, akhirnya orang-orang yang suka menghakimi tersebut terdiam. Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran untuk tidak dengan gampang menghakimi orang lain, apalagi dengan menggunakan ayat atau hadits yang ketika disampaikan oleh ulama yang dianggap kompeten dalam bidang agama kepada orang awam sebagai sebuah kebenaran yang tak terbantahkan.

Pada masa lalu, para ulama menjadi tempat bertanya atas semua persoalan. Bukan hanya persoalan agama, pendapat dan nasihatnya dalam bidang-bidang lainnya pun diikuti oleh jamaahnya. Namun, seiring dengan berkembangnya pengetahuan, maka muncul spesialisasi atau bahkan subspesialisasi pengetahuan. Para spesialis tersebut menjadi orang yang paling kompeten terhadap sebuah persoalan. Akhirnya, peran dan makna ulama menyempit sebagai orang yang ahli dalam bidang agama. Karena itu mereka harus lebih hati-hati dalam mengomentari sebuah hal yang di luar kompetensinya. Jika terjadi kesalahan atau dibantah oleh mereka yang benar-benar ahli dalam bidang tersebut kredibilitasnya akan mengalami penurunan di mata umat.

Pilihan bagi ulama adalah fokus pada bidang pengetahuan agama atau ikut mempelajari bidang lain yang nantinya dapat dijadikan pengetahuan membimbing umat. Di sejumlah perguruan tinggi Islam, dikembangkan kurikulum yang mengintegrasikan pengetahuan agama dan bidang keahlian tertentu seperti kedokteran, fisika, dan lainnya. Dengan demikian, mereka mampu dan otoritatif untuk membicarakan dua bidang yang dipelajarinya tersebut. Hal ini akan mengurangi kesenjangan penafsiran di antara dua bidang yang semakin lama semakin terspesialisasi. Jika mereka mempelajari ilmu agama dan kedokteran atau fisika, maka mereka akan menjadi ulama yang kompeten berbicara terkait ilmu kesehatan atau fisika; atau sebaliknya, mereka akan menjadi dokter atau fisikawan yang mampu menjelaskan fenomenanya dari perspektif agama.

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here