Antara Corona, Ulama, dan Sains

23

Covid-19 telah ada di depan mata kita. Cara kita dalam menyikapi penyakit tersebut akan menentukan kemampuan kita mencegah penyebarannya atau kecepatan penanganannya. Masing-masing telah memiliki keahlian sesuai dengan kompetensi yang telah dibangun. Kita kawal upaya pengambil kebijakan membuat langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Kita patuhi saran dari ahli kesehatan untuk pola hidup sehat yang mengurangi risiko kita terpapar virus tersebut. Para ulama, jika pengetahuannya terbatas pada bidang agama, sebaiknya tidak keluar dari ranah kompetensinya, yaitu dengan mengajak umat untuk menjadikan peristiwa saat ini sebagai momen untuk melakukan muhasabah, meningkatkan keimanan kita kepada Allah, memperbanyak doa, atau hal-hal lain yang terkait keagamaan.

Organisasi agama seperti NU yang pengurusnya terdiri dari banyak keahlian seperti keagamaan, kesehatan, kebijakan publik, ekonomi dan lainnya mendiskusikan persoalan dari berbagai perspektif sehingga mampu memberi panduan yang lebih komprehensif dibandingkan pengetahuan dengan perspektif tunggal yang dimiliki seorang ulama. Umat, terutama warga NU diharap mengikuti panduan resmi NU dalam mengatasi wabah global ini. (Achmad Mukafi Niam)

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here