The news is by your side.

Bintang Emon: Oligarki, Komedi, dan Posisi Santri

“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Begitulah kutipan jokes Warkop DKI setiap diakhir filmnya. Dulu saya mengira bahwa itu hanya sebatas lelucon untuk membuat branding pada identitas Warkop DKI, layaknya sebuah produk kecantikan yang membuat slogan untuk menunjukkan keunggulan produknya.

“Lagi pula memangnya ada di dunia ini yang melarang seseorang untuk tertawa?” Bagitulah kiranya isi pikiran saya dulu.

Kini saya sadar bahwa jokes Warkop DKI diakhir filmnya itu bukan hanya soal lelucon biasa, tapi juga bermuatan kritik pada kebebasan berbicara. Bagaimana bisa?

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
3 Comments
  1. Syafiq says

    Mantap sekali tulisan mas gue ini..
    Semoga kedepannya bisa menjadi penulis yang membangun bangsa

    1. Syafiq says

      Mantap sekali tulisan mas gie ini..
      Semoga kedepannya bisa menjadi penulis yang membangun bangsa

Leave A Reply

Your email address will not be published.