Catatan untuk Felix Siauw : Hijab Hanya Buat yang Cantik ?

68
Catatan untuk Felix Siauw : Hijab Hanya Buat yang Cantik ?

Judul asli : Catatan untuk Felix Siauw: Klaim Hijab Hanya Buat yang Cantik itu Bid’ah

Jilbab, atau apapun modelnya, sejak awal penetapannya sangatlah politis. Keberadaannya dimaksudkan untuk membedakan mana perempuan merdeka dan mana yang budak.

Ceritanya begini: berawal dari para istri Nabi Muhammad yang keluar rumah untuk sebuah keperluan, terdapat sekelompok orang mengganggu mereka. Para istri tersebut tentu saja melapor kepada Nabi.

Sesudah Nabi memberi nasehat kepada istrinya, para pengganggu itu berkilah dan mengatakan: “kami kira mereka perempuan-perempuan budak”. Lalu turunlah Q.S. al-Ahzab: 59. Itu salah satu riwayat yang direkam Tafsir al-Munir Wahbah Zuhaili.

Jilbab, dengan demikian, pada awalnya memiliki fungsi teknis supaya perempuan lebih mudah dikenali dan tidak diganggu. Dan memang begitulah dalil Qurannya. Maka, kata kuncinya adalah dua, yakni: agar lebih mudah dikenali (identity) dan menghadirkan rasa aman (self defense).

Mengapa dua hal itu penting? Naini.

Saya mulai dari “menciptakan rasa aman” dulu. Seperti dimafhumi bilamana Arab pada saat itu bisa dibilang sangat tidak ramah perempuan. Kultur patriarkhi di sana terlampau lebat. Bahkan, adalah kemakluman bagi bangsa Arab di masa sebelum kedatangan Islam, bayi-bayi perempuan dikabarkan tidak boleh tumbuh atau hidup lebih lama, karena dianggap sebagai sebuah cacat sosial bagi sebuah klan atau kelas menengah bawah.

Lalu, Islam datang untuk menghabisi watak jahiliyah itu. Apakah berhasil? Boleh jadi iya, meski tidak sepenuhnya. Buktinya, upaya pelecehan terhadap istri-istri Nabi yang menjadi musabab dari turunnya ayat di atas seolah menegaskan bahwa nalar jahili itu masih tetap eksis saja.

Atau, dalam bentuk paling modern, nalar serupa juga bisa Anda simak lewat pemaparan seorang ustaz yang konon merupakan anggota MUI dan mengatakan bahwa “si istri (perempuan) mah diam aja, tidur aja, nggak sakit kok”.

Pendeknya, sehubungan dengan pandangan laki-laki terhadap perempuan sebaiknya diberi underline bahwa perjuangan masih belum selesai, bung!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here