Indonesia, antara Islam dan Barat

92

Mengingat pluralisme bangsa kita, maka sistem sekuler akan menjadi pilihan yang tepat. Keragu-raguan kita selama ini harus ditinggalkan, apalagi sampai mengarah kepada ektremisme agama ( Islam ). Islam harus ditinggalkan dalam urusan negara. Islam menjadi wilayah umat Islam sendiri tanpa mencampuri dan dicampuri oleh urusan negara ( pemerintah ). Percampuran itu akan menimbulkan pelacuran agama, dimana Islam tidak diletakkan dalam proporsi yang sebenarnya, dan negara juga pada kedudukan yang sebenarnya. Kalau dipaksakan, maka akan terbentuk negara model “ vatikan “sebagai negara Paus di Roma. Terbentuknya negara islam dalam negara Indonesia, atau bahkan negara Islam Indonesia, tidak dapat dibenarkan dari perspektif Islam itu sendiri, karena berarti umat Islam anti-sunatullah.

Hidup dalam suasana keragaman iman, suku bangsa agama, justru membuat kita menjadi belajar untuk bersikap, berpikir dan bertindak bijaksana. Masyarakat yang plural, adalah madrasah bagi umat Islam, sebagai sekolah menuju maturing proces. Agar ia umat islam berdiri di tengah-tengah keragaman, dan memancarkan kasih sayangnya sebagai umat yang terbaik diciptakan Tuhan di muka bumi ini.**** 25 Desember 2019

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP
Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here