Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 2)
Yang paling penting adalah hijrah hati kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad). Ini adalah praktik yang ditekankan Jauziyah dan disebut sebagai hijrah yang hakiki dan hijrah yang inti, sedangkan hijrah jasmani adalah cabang dari hijrah ini. (Ibnu Qayyim Jauziyah, Bekal hijrah menuju Allah, (Sabaruddin, Trans.) [Depok, Gema Insani Press: 2002], halaman 14).
Hijrah hati kepada Allah dan Rasul-Nya meliputi penyerahan diri kepada Allah, yang ditandai dengan perubahan dari rasa cinta; penyembahan; rasa takut dan meminta kepada entitas selain Allah, menjadi terpusat kepada Allah semata. Sementara penyerahan diri kepada Rasul-Nya berbentuk penyerahan jiwa sepenuhnya pada setiap masalah keimanan, bisikan hati, atau hukum terhadap berbagai kasus kepada sumber petunjuk dan pusat cahaya yang tercermin dalam setiap kata yang keluar dari mulut Rasulullah SAW. (Ibnu Qayyim Jauziyah, Bekal hijrah menuju Allah, (Sabaruddin, Trans.) [Depok, Gema Insani Press: 2002], halaman 21).
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



