The news is by your side.

Makna Hijrah dari Masa Kenabian ke Era Media Sosial (bagian 2)

Hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan fardhu ain (wajib bagi setiap individu) pada setiap waktu. Kewajiban ini tidak pernah terpisah dari diri seseorang dan hijrah itu adalah kehendak Allah terhadap hamba-Nya. (Ibnu Qayyim Jauziyah, Bekal hijrah menuju Allah, (Sabaruddin, Trans.) [Depok, Gema Insani Press: 2002], halaman 13).

Pada Nabi Muhammad hijrah dikaitkan dengan praktik fisik, pengorbanan harta, atau diasosiasikan dengan ibadah baku tertentu seperti haji. Sementara pada Jauziyah (2002) hijrah diabstraksi dan diintensifikasi menjadi penyerahan penuh-seluruh kepada Allah, mengindikasikan hijrah mesti menjadi sikap inheren dalam setiap momen hidup individu.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.