Mati Cara NU
Persoalannya ialah, bagaimana seseorang atau kelompok orang ketika merespons sebuah proses kematian yang dihadapi dan dilihatnya. Misal melihat saudara, tetangga, teman, anak, bahkan orang tua yang menghadapi kematian? Hal ini dapat dibedakan ke dalam tiga golongan.
Kita sepakati dahulu bahwa proses kematian ada tiga unsur. Akan mati, sedang mati ( sakaratul maut ), dan setelah mati.
Golongan pertama adalah orang-orang yang tanpa ilmu. Menghadapi seseorang yang sedang mengalami proses kematian, kelompok orang tanpa ilmu ini tidak melakukan apa-apa. Nampak seperti hal yang biasa. Padahal kematian adalah sebuah peristiwa besar. Namun karena ketidaktahuannya, sebab tidak berilmu, respon mereka biasa-biasa saja. Datang menjenguk, duduk-duduk, ngobrol ke sana kemari, bahkan tertawa-tawa. Sesekali ada yang minum-minuman keras, berjudi, dan perbuatan maksiat lainnya ketika menununggui jenasah orang yang baru saja meninggal. Kalaupun ada suara bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an, itu pun dari dvd, atau flashdisk atau pun alat rekam lainnya yang di salurkan ke pengeras suara.
Kelompok kedua, adalah oranng yang putus harapan ( dari rahmat Allah ). Mereka menganggap bahwa doa apapun, bacaan apapun, termasuk ayat-ayat suci Al Qur’an, tidak akan membantu orang yang sedang mengalami proses kematian, agar disembuhkan,atau dipercepat dan diperingan sakaratul mautnya. Atau, apalagi setelah mati, maka mereka akan menanggung semua perhitungan dengan dirinya sendiri. Seperti dalam QS. An Najm:39. Kelompok kedua ini menganggap bahwa talqin, bacaan Qur’an, azan, dalam proses kematian seseorang adalah bid’ah, dan tidak berguna.
Kelompok ketiga adalah kelompok yang optimis, roja’, terhadap rahmat Allah. Kelompok ini optimis bahwa setiap doa adalah dikabulkan dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.
Maka menghadapi proses kematian, kelompok ketiga ini berikhtiar dengan menyampaikan bacaan-bacaan doa, tahlil, Yaasin, talqin, azan, untuk membantu orang yang sedang akan dan telah mati. Sebab pada hakekatnya proses kematian merupakan ujian yang berat bagi setiap orang. Mereka ibarat orang yanng sedang tenggelam dan wajib kita tolong dengan bacaan- bacaan kalimat toyyibah.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Amazing