The news is by your side.

Mati Cara NU

Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

Sakaratul maut, misalnya, digambarkan dalam beberapa hadist Nabi SAW.

  1. Sakitnya seperti 300 sabetan pedang.
  2. Rasa dahaga yang amat sangat.
  3. Syaitan datang dalam bentuk bapak-ibu serta mengajaknya kepada agama Nasrani dan Yahudi.
  4. Syaitan datang dalam bentuk sesuatu yang kita senangi waktu hidup di dunia.

Maka ujian sakaratul maut itu sangat berat. Imam Ghozali dalam Al Ihya menyebutkan, itulah makna yang sebenarnya dari kata rabbana laa tuzigh quluubana ba’da idhadaitana wahablana min ladunka rahmah innaka antal wahhaab.

Maka sudah sewajarnya kita menolang orang yang sedang mengalami proses kematian dengan doa-doa dan bacaan ayat suci Al Quran, untuk melawan godaan syaitan yang tidak nampak dalam pandangan kita.

Kelompok ketiga inilah yang identik dengan masyarakat NU. Kaum Nahdliyin memandang bahwa kematian bukan peristiwa biasa, tapi peristiwa luar biasa. Itulah mengapa Nabi SAW melarang kita untuk meng-ghibah orang yang sudah meninggal, tapi menganjurkannya untuk menyebut-nyebut kebaikannya, karena kata Nabi, dia, si mayit, telah menghadapi salah satu ujian yang berat, yaitu sakaratul maut ( al Hadist ).

Kemudian setelah jenazah dikubur, bagi kelompok pertama dan kedua, menganggap bahwa segala sesuatunya sudah selesai. Mereka membiarkan kuburan itu teronggok tanpa makna. Jangankan yang berkaitan denggan fisik , misal, membersihkan kuburan, atau menaburinya dengan kembang, yang bersifat ruhaniah apalagi, tentu haram hukumnya.

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
1 Comment
  1. widiasari says

    Amazing

Leave A Reply

Your email address will not be published.