Mati Cara NU
Tujuh hari pertama setelah kematian, tentu merupakan hari-hari yang menyedihkan. Makna lain dari pengiriman doa bagi orang yang sudah meninggal,adalah memberi kehangatan kepada ahli waris selama tujuh hari, menghibur rasa duka setelah ditinggal mati oleh orang-orang tercinta. Makna tujuh hari pun dapat ditafsiri, bahwa jumlah itu sudah cukup bagi ahli waris untuk ditinggal sendirian dan secara manusiawi sudah lebih kuat untuk menerima kenyataan.
Hal-hal inilah yang ditentang oleh kelompok di luar NU. Namun fakta menyajikan, kampanye bid’ah, khurafat dan takhayul, tidak menggeser sedikitpun tradisi ini. Kematian para tokoh bangsa dan masyarakat, para selebiritis, apalagi para ulama, selalu diiringi oleh kegiatan pembacaan yaasin-tahlil selama tujuh hari, 40 hari, 100 hari, hingga 1000 hari. Di luar waktu-waktu itu, setiap minggunya, yaitu pada setiap malam Jum’at, keluarga juga membacakan yasin-tahlil. Hal ini berdasarkan keyakinan.
- Anjuran untuk membacakan yaasin kepada orang yang akan, sedang, dan telah meninggaL.
- Dilaksanakan pada Malam Jum’at karena hari Jum’at adalah sayyidul ayyam
- Surat yaasin adalah intisari Al Qur’an
- Orang NU meyakini bahwa setiap malam Jum’at ahli kubur pulang ke rumah untuk meminta kiriman doa dan bacaan Al Qur’an dari keluarganya.
- Dalam misitisme jawa, malam Jum’at, apalagi malam Jum’at Kliwon, memiliki nilai magis yang tinggi.
Jadi pembacaan yaasin-tahlil pada malam Jum’at, merupakan ramuan yang mantap. Dengan keyakinan dan kemantapan tersebut, kita berharap bahwa doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Nampak alangkah bahagianya jika kelak kita mati, dirayakan dan diperingati dengan cara seperti tradisi NU. Akan mati dibacakan yaasin dan doa-doa lain. Sedang sakaratul maut ditambah dengan talqin. Ketika dibawa ke kuburan, dibacakan tahlil dan sholawat. Ketika diletakkan ke liang lahad, dikumandangkan azan dan iqomah. Ketika tanah ditutupkan ke kuburan, kembali dibacakan doa tahlil. Dan kemudian selama tujuh hari, keluarga di rumah, mengundang saudara handai taulan untuk membacakan yaasin-tahlil dan sebagainya. Kematian kita tidak hanya bertaburan kembang dan wewanginan, tetapi juga bertaburan doa dan kalimat-kalimat toyyibah, serta wewangian pujian dan harapan dari ahli waris dan saudara kita akan datangnya ampunan dan rahmat Allah kepada si mayit. Itulah mati cara NU.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




Amazing