Melihat Virus Corona dari Dalam China
Teori coronavirus Wuhan sebagai senjata biologis yang sengaja dilepas juga memiliki masalah. Sebab hingga 26 Januari 2020 dari 80 orang korban meninggal akibat penyakit ini ternyata seluruhnya beretnis Han. Kota Wuhan sendiri berada di tengah-tengah komunitas Hebei, bagian dari etnis Han. Etnis Han adalah etnis utama di negeri China, 9 dari 10 orang China beretnis Han. Jika coronavirus itu senjata biologi yang sengaja dilepas, sanggupkah Republik Rakyat Tiongkok membunuhi etnis utamanya sendiri?
Teori coronavirus Wuhan sebagai senjata biologi yang bocor akibat kecelakaan laboratorium, juga mengandung masalah. Di dekat Kota Wuhan memang ada laboratorium BSL–4 (bioasafety level–4). Tidak logis bila suatu laboratorium kelas militer pengelola program senjata pemusnah massal seperti senjata biologi ditempatkan dekat sebuah kota besar seperti kota Wuhan. Apalagi berada di lembah sungai utama China, sungai Yangtze. Bila terjadi kebocoran dan agen senjata biologinya dapat terlarut dalam air, salah-salah seluruh lembah Yangtze dari Wuhan hingga Nanjing dan Shanghai akan tercemari bakteri atau virus. Dalam tradisi militer manapun, laboratorium terkait senjata pemusnah massal selalu ditempatkan di kawasan terpencil yang tak berpenghuni. Misalnya dalam laboratorium senjata nuklir, Republik Rakyat Tiongkok menempatkannya jauh di Lop Nur, di tengah–tengah gurun pasir Taklamakan–Kumtag yang termasuk wilayah China barat laut.
Dan teori coronavirus Wuhan sebagai azab pun perlu dipertanyakan dan direnungkan. Akankah Allah SWT akan mengazab suatu kaum yang bertempat tinggal di suatu wilayah sementara pada wilayah itu masih banyak orang yang sedang menuntut ilmu di jalan–Nya dan juga masih banyak orang yang alim di dalamnya? Sebagai Muslim, saya bebas melaksanakan aktivitas ibadah tanpa mendapat hambatan di negara ini. Satu dari setiap 222 orang China adalah Muslim dan tersebar di setiap provinsi meski distribusinya belum merata.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



