Mendalami Logika Kelompok Radikalis
Apakah bedanya para pengikut Abdurrahman al-Baghdadi (pentolan ISIS) dengan para pengikut Dimas Kanjeng atau Brajamusti yang sama-sama beranggotakan orang-orang limbung yang dangkal dalam kerangka berpikir. Demikian halnya bila kita memerhatikan tabiat dan gerak-gerik kekuasaan militeristik di zaman Nazi, yang pernah memorak-porandakan galeri atau pusat-pusat kebudayaan Jerman.
Gerakan perusuh yang dipelopori organisasi militan ISIS (‘idad asykari) juga pernah membumihanguskan paham-paham kebudayaan lokal, serta meluluhlantakkan situs-situs purbakala yang dianggap sebagai thagut dan sarana kesyirikan.
Terkait dengan itu, kita bisa memahami ketika para kiai dan ulama NU begitu tegas dan peduli pada maraknya gerakan radikalisme kaum perusuh di negeri ini. Prinsip-prinsip yang menjadi moto hidup NU, senantiasa melestarikan tradisi lama yang bermanfaat, sambil bersinergi dengan kearifan-kearifan lokal (local wisdoms).
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



