Mendalami Logika Kelompok Radikalis
Di sisi lain, NU cukup kreatif menimba ilmu dari hal-hal baru yang bermaslahat. Kredo ini merupakan benih-benih humanitas yang dapat memperkaya khazanah, serta melahirkan sikap-sikap yang dewasa dalam beragama. Karena bagaimana pun, peran agama harus sanggup bersanding dan selaras dengan kearifan budaya lokal yang diwariskan oleh nenek moyang kita.
Gejala-gejala radikalisme yang marak di negeri ini tak lepas dari problem sosial kita bersama. Tentu saja ada faktor pola ajar dan pola asuh yang merupakan mata rantai ajaran sang guru (mursyid) kepada muridnya. Juga dari bacaan macam apa yang merasuk ke dalam otak dan memori anak-anak didik kita.
Sebagai pemimpin pesantren, penulis meyakini bahwa tidak ada kitab dan ajaran apapun yang menganjurkan anak-anak bangsa agar mendahului kehendak Tuhan. Juga tidak ada guru dan pendidik manapun yang secara sengaja mengajarkan muridnya agar bertindak anarkis atau menganjurkan aksi-aksi kerusuhan.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



