Moderatisme dan Ekstremisme dalam Agama

53
Moderatisme dan Ekstremisme dalam Agama

Oleh Mu’arif Rif’at Syauqi

Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), Islam bukan agama yang mengajarkan kekerasan. Karakteristik ajaran Islam adalah tawasuth (moderat). Makna moderat sendiri adalah tidak ekstrem kiri dan tidak pula ekstrem kanan. Dalil dari sikap moderat telah tercantum di Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 143 dan juga dijelaskan dalam sebuah hadits bahwa “Sebaik-baik perkara adalah yang paling tengah”.

Terkadang orang-orang di luar sana melihat Islam hanya dari sebelah mata saja, seperti halnya di negara barat khususnya Amerika, muncul istilah Islamophobia. Sebenarnya tidak hanya agama Islam, agama-agama lainpun tidak pernah mengajarkan kekerasan, justru agamalah yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian.

Iklan Layanan Masyarakat

Istilah Islamophobia ini muncul akibat efek trauma orang-orang Amerika terhadap peristiwa yang pernah menimpanya, yaitu runtuhnya WTC (World Trade Center) di New York City. Diduga yang melakukan pengeboman ini adalah kelompok-kelompok Islam ekstrim yang mengatasnamakan agama sebagai kedoknya. Mereka sering melakukan hal-hal yang ekstrim dalam membela agama dan yang lebih miris lagi adalah melakukan hal-hal ekstrem dengan mengatasnamakan Tuhan, bahkan mengafirkan saudaranya sesama Muslim.

Hal-hal seperti itu sudah menjadi kebiasaan ketika berbeda pandangan dengan kelompok mereka. Banyak sekali aksi-aksi yang mereka lakukan diluar nilai-nilai keislaman dan tidak menggambarkan sebagai orang yang beragama. Itulah salah satu penyebab munculnya Islamophobia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here