Pendidikan di Era Disruptif

192

Dr. H. Srie Muldrianto, MPd – Penemuan teknologi baru berdampak pada perubahan capaian standard kompetensi pembelajaran di lembaga pendidikan. Di abad 20 sistem informasi masih bersifat manual, relasi di antara kita terjadi face to face sementara kini relasi kita melalui informasi digital. Abad 20 informasi terdapat ditempat tertentu tapi kini informasi terserak dimana-mana. Informasi masa lalu lebih dapat dipercaya tapi kini sulit kita bedakan mana fakta dan mana hoak. Merujuk kepada fakta tersebut di atas maka standar capaian pembelajaran abad 21 dituntut untuk menghasilkan peserta didik yg memiliki karakter sebagai berikut: Siswa memiliki kemampuan kreatif dan inovatif, bersikap kritis, dapat memecahkan masalah, mampu berkomunikasi, berkolaborasi dan memiliki kecakapan literasi informasi.

Dalam situasi dan kondisi di mana dan kapanpun ujung tombak pendidikan adalah manusia. Manusia sebagai subyek dan obyek berperan dominan dalam merubah, menumbuh kembangkan potensi peserta didik. Oleh karena itu potensi intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik perlu diberi perhatian. Siswa tidak cukup dididik pintar tapi tidak bahagia. Kebahagian siswa dalam belajar perlu mendapat perhatian serius. Rasa bahagia merupakan energi positif untuk melejitkan potensi siswa. Untuk mewujudkan siswa bahagia kita perlu memberikan ruang yg seluas luasnya siswa berekspresi, biarkan siswa melakukan kesalahan agar mereka dapat belajar darinya. Sediakan waktu agar siswa dapat bermain- main dan bersosialisasi, ciptakan ruang bagi siswa agar dapat berorganisasi. Sediakan waktu agar mereka melakukan hobinya. Kasih kesempatan siswa untuk belajar dan beraktifitas spiritual. Tumbuhkan sikap dan perilaku empati dan menolong orang lain.

Penulis
Dr. H. Srie Muldrianto, MPd

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here