The news is by your side.

Penutupan Haji, Adakah Hubungannya dengan Tanda Kiamat?

Syekh Abu Muhammad Mahmud dalam ‘Umdatul Qari Syarh Shahih al-Bukhari menjelaskan, hadits kedua menunjukkan adanya ibadah haji setelah keluarnya tanda-tanda Kiamat. Sementara hadits yang pertama menunjukkan tak ada lagi yang berhaji menjelang Kiamat. Meski demikian, pemahaman kedua hadits ini bisa digabungkan, seperti dimaknai: Dengan berhajinya orang-orang setelah keluar Ya‘juj-Ma’juj, tidak mesti ibadah haji menjelang Kiamat menjadi terhalang. Terlebih disampaikan oleh al-Bukhari bahwa riwayat hadits tentang Ya’juj-Ma’juj ini lebih banyak. Ini artinya, seperti ditandaskan oleh Syekh Abu Muhammad, “Al-baitu yuhajju ila yaumil qiyamah,” artinya, Baitullah itu jadi tempat ibadah haji hingga hari Kiamat.” (Lihat: Syekh Abu Muhammad Mahmud, ‘Umdatul Qari Shahih al-Bukhari, jilid 9, hal. 236).

Bahkan, Allah telah menyatakan dalam Al-Quran, Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, (QS. al-Maidah [5]: 97). Ditafsirkan oleh al-Hasan al-Bashri, manusia akan senantiasa memeluk agama (Islam) selama mereka masih berhaji ke Baitullah dan menghadap Kiblat (Ka‘bah). Seandainya manusia tidak lagi berhaji ke Baitullah, niscaya Allah akan melipat langit dengan bumi alias Kiamat. Sehingga seandainya hanya satu tahun saja manusia meninggalkan Baitullah, sebagaimana menurut ‘Atha ibn Abi Rabah, mereka tidak dianggap binasa, (Lihat: Ibnu Hajar, Fathul Bari,jilid 3, hal. 455).

Justru terhentinya ibadah haji dan umrah terjadi setelah Baitullah dihancurkan oleh orang-orang berbetis kecil dari Habasyah. (Lihat: at-Taisir bi Syarh al-Jami‘ ash-Shaghir, jilid 2, hal. 498). Informasi ini bersumber dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang juga diriwayatkan oleh al-Bukhari.

يُخَرِّبُ الكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الحَبَشَةِ

Artinya, “Ka’bah akan dihancurkan oleh orang-orang berbetis kecil dari Habasyah.”

كَأَنِّي بِهِ أَسْوَدَ أَفْحَجَ، يَقْلَعُهَا حَجَرًا حَجَرًا

“Seakan-akan aku melihat seorang berkulit hitam dan berkaki bengkok mencabuti satu persatu batu Ka‘bah.”

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.