Saatnya Pesantren Mewartakan Potensi yang Dimiliki kepada Khalayak

3

Mojokerto, NU Online – Pengurus Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging, Mojokerto, Jawa Timur,  menggelar Pendidikan dan Latihan atau Diklat jurnalistik. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menerbitkan website dan majalah khas pesantren setempat. 

Kegiatan ini mendatangkan pemateri yakni Moch Chariris yang berprofesi sebagai Redaktur Pelaksana Harian Radar Mojokerto dan Moch Yusuf selaku direktur artistik Majalah Aula PWNU Jawa Timur.    “Peserta Diklat adalah puluhan siswa MA dan SMK pesantren yang telah lolos seleksi. Mereka nantinya akan menjadi anggota jurnalistik,” kata ketua pelaksana, Yahya Sabrawi, Jumat (4/10).

Diklat jurnalistik ini bertujuan untuk mengenalkan para santri pondok pesantren kepada dunia jurnalistik.    “Sehingga diharapkan para santri pondok pesantren dapat menuangkan ide ke dalam tulisan yang memiliki makna,”  jelas Yahya. Dengan demikian tentunya peran santri diharapkan lebih dinamis dan bergairah dalam menuangkan ide kreatif ke dalam tulisan setelah mengikuti diklat jurnalistik ini, lanjutnya.   

KH Ahmad Siddiq selaku pendiri dan pengasuh pondok pesantren saat sambutan berpesan kepada para peserta bahwa tulisan itu dahsyat.   

“Melalui menulis, orang dapat menuangkan pemikirannya, dan orang yang membaca tulisan akan terinspirasi juga akan memakai pemikiran itu.” ungkapnya.   Dirinya berharap dengan kegiatan ini pondok pesantren mempuyai media tersendiri yang kredibel.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here