Saatnya Pesantren Mewartakan Potensi yang Dimiliki kepada Khalayak
“Semua kegiatan pondok pesantren dapat termuat di media sendiri, selain itu para santri diasah kemampuanya untuk berpikir, mengasah kemampuan dalam menulis dan menuangkan ide-ide sehingga dapat menerbitkan karya visual maupun karya tulis,” harap KH Ahmad Siddiq.
Ketika sesi materi, peserta mendapatkan tambahan pengalaman terkait teknik menulis berita, wawancara, hingga contoh pengambilan angle foto.
”Orang yang belum terbiasa menulis itu ibarat seorang wanita yang tidak pernah disentuh. Artinya seorang penulis pemula itu proses menulisnya masih kaku jadi perlu dibiasakan agar menjadi sebuah kebiasaan,” kata Chariris.
M Ja’far Shodiq, salah satu peserta diklat jurnalistik merasakan lebih bisa memahami tentang jurnalistik, khususnya dalam menulis.
“Saya menjadi lebih semangat berkarya, dan saya akan berusaha untuk meningkatkan kepopuleran Pondok Pesantren Nurul Islam melalui karya tulis,” tandasnya.
Pewarta: Syaiful Alfuat
Editor: Ibnu Nawawi
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


