Sanskrit dan Islam Asia Tenggara: Bumi Pertiwi itu Syirik?

Tulisan ini saya buat sebagai jawaban bagi mereka yang mempermasalahkan penggunaan "Sri" atau "pertiwi" yang kasusnya sedang viral saat ini. Padahal kata "pertiwi" berasal dari bahasa Sanskrit, yakni "prthivi" artinya "bumi." Apakah Anda sudah memahami bahasa Sanskrit dan bahasa Indonesia secara baik dan benar?

320

Menachem Ali, Airlangga UniversityGurukula merupakan istilah bahasa Sanskrit dalam tradisi Hindu, maknanya sepadan dengan istilah “pesantren” dalam tradisi Islam Asia Tenggara. Istilah “gurukula” merupakan gabungan dari 2 kata, “guru” (lit. “pengajar kitab suci Weda”), dan “kula” (lit. “kediaman”). Jadi istilah “gurukula” bermakna “tempat kediaman/tempat sang guru yang mengajarkan kitab suci Weda kepada para murid-muridnya”). Salah satu kitab suci agama Hindu, yakni kitab Srimad Bhagavatam Purana VII.12.1 tertulis demikian:

Sri Narada uvaca
brahmacari guru-kule vasan danto guror hitam
acaran dasavan nico gurau sudrdha-sauhrdah.

Sri Narada said: “A student should practice completely controlling his senses. He should be submissive and should have an attitude of firm friendship for the spiritual master. With a great vow, the brahmacari – student who learns the Veda – live at the gurukula – house of the spiritual master – only for the benefit of the guru”, see A.C. Bhaktivedanta Srila Prabhupada, Srimad Bhagavatam Purana (Mumbai: the Bhaktivedanta Book Trust, 1999), hlm. 681

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here